Breaking News:

Jenazah Ditandu

Akses Jalan Rusak Parah, Jenazah Warga Ditandu dari Desa Kabiraan ke Desa Tandeallo Sejauh 18 km

Jenazah terpaksa ditandu karena akses menuju ke kampung halamannya sulit dilalui kendaraan karena jalan rusak.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Ilham Mulyawan
Akun Facebook Iwan DM Al Fatih
jenazah warga terpaksa harus ditandu karena akses jalan rusak (Sumber: Facebook Iwan DM Al Fatih) 


TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Sebuah foto jenazah warga ditandu puluhan kilometer viral di media sosial Facebook, Minggu (26/9/2021).

Jenazah warga yang ditandu itu bernama Ta'sang, warga kampung Ba'ba Sondong, Desa Kabiraan.

Ditandu ke Dusun Paku, Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Foto jenazah itu diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Iwan pada 24 September 2021, dua hari lalu.

Jenazah ini terpaksa ditandu dari Puskesmas ke kampung halamannya dengan jarak sekitar 18 kilometer.

Jenazah terpaksa ditandu karena akses menuju ke kampung halamannya sulit dilalui kendaraan karena jalan rusak.

Dalam postingan Iwan, terdapat tiga foto disertai narasi atau keterangan foto.

Isi captionya berbunyi

"Innalillahi wa innailahi rojiun.
Saat ini jenazah alm. Bapak Ta'sang sedang menuju ke kampung halaman (Paku), semoga amal ibadah almarhum senantiasa diterima oleh Allah.

Penderitaan warga kecamatan ulumanda pada saat ada keluarga yang sakit maupun yang meninggal, terpaksa ditandu puluhan kilo meter akibat kondisi jalan yang tak kunjung baik."

Kasus jenazah ditandu karena jalan rusak bukan baru kali ini terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Pada Januari 2021 lalu, jenazah Icci Subu, seorang perempuan berusia 60 tahun, asal Desa Ulumanda Dusun Lalausu, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, juga mengalami hal sama.

Jenazah terpaksa ditandu menggunakan sarung ke rumah duka menempu perjalanan puluhan kilo lantaran tak diizinkan dibawa menggunakan ambulans puskesmas.

Keluarga terpaksa menandu jenazah karena pihak puskesmas tidak menginzinkan mereka menggunakan ambulance.

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pengunggah dan pemerintah setempat atau keluarga terkait kebenaran foto tersebut. (san)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved