Anggaran Iklan Videotron Rp 1,4 Miliar, DPRD Majene: Tolong Dikaji Ulang

Merespon hal tersebut, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Majene, Abdul Wahab meminta, pemerintah mengkaji ulang usulan anggaran tersebut.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Majene Abdul Wahab. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Pemerintah Kabupaten Majene mengusulkan anggaran iklan untuk videotron sebesar Rp 1,4 miliar.

Usulan itu dimasukkan dalam 

Anggaran itu rencananya akan digunakan untuk menyuplai iklan di videotron selama tiga bulan pertama.

Merespon hal tersebut, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Majene, Abdul Wahab meminta, pemerintah mengkaji ulang usulan anggaran tersebut.

"Kita pertanyakan itu. Kita butuh penjelasan realnya, apa yang mau dibiayai dengan anggaran Rp 1,4 miliar selama tiga bulan itu," ujar Abdul Wahab kepada Tribun-Sulbar.com melalui telepon, Jumat (24/9/2021) siang.

Menurutnya, pemerintah harus memperjelas dan memperhitungkan dengan matang terkait sisi keuntungan daerah.

"Saya sarankan kalau tidak jelas, pending dulu. Efektivitas videotron selama tiga bulan nanti untuk menambah PAD Majene apakah itu berimbang ?" terangnya

Terkait suplai iklan, ia mengatakan, agar tidak dibebankan sepenuhnya kepada pemda.

"Pihak swasta juga harus mencari iklan dari luar pemda. Masa semua slot harus pemda semua yang isi. Makanya saya bilang coba hitung ulang," jelasnya.

Ia menyarankan, anggaran videotron ini sebaiknya dialihkan ke penanganan Covid-19 dan kepentingan masyarakat lainnya.

"Kalau sudah tiga bulan itu lantas bagaimana lagi jika belum ada iklan masuk. Persoalan besar kecilnya itu anggaran kita pertanyakan apa sasarannya dan bagaimana incomenya," pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majene, Ahmad Rafly Nur menjelaskan, sebagai langkah awal, Pemkab Majene akan menyuplai iklan selama 3 bulan pertama.

"Jadi supaya langsung bisa jalan ini videotron kita suplai dulu iklan dari pemda karena belum ada iklan masuk dari pihak swasta. Awal-awal memang susah dapat iklan," ujar Rafly Nur kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (23/9/2021).

Ia menuturkan, biaya iklan sebesar Rp 3.500 per detik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved