CERITA Tukang Jahit Sepatu, Aco Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

"Dulu sebelum corona, saya biasa dapat orderan sampai 20 sepatu yang masuk. Sekarang hanya 5 paling banyak 10 orderan," ujar Aco.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Andhi Aco tukang jahit sepatu di Jl Abdul Syakur, Kecamatan Mamuju, Kabaputen Mamuju, Sulawesi Barat 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pandemi Covid-19 membuat berbagai sektor perekonomian masyarakat terguncang.

Salah satunya tukang sol (reparasi) jahit sepatu, Andhi Aco (30) yang menetap di Jl Abdul Syakur, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Aco bersama rekanya Rinaldy, menjalani profesi sebagai tukang jahit sepatu sudah berjalan tiga tahunan.

Aco tetap bertahan untuk menukuni profesinya meskipun dihantam badai Covid-19 yang membuat orderanya menurun.

Baca juga: Polisi Gerebek Tempat Judi Kupon Putih di Jalan Bolu Polewali, Tiga Pelaku Diamankan

Baca juga: Harga Telur di Mamuju Turun, Daya Beli Masyarakat Meningkat

Andhi Aco tukang jahit sepatu di Jl Abdul Syakur, Kecamatan Mamuju, Kabaputen Mamuju, Sulawesi Barat
Andhi Aco tukang jahit sepatu di Jl Abdul Syakur, Kecamatan Mamuju, Kabaputen Mamuju, Sulawesi Barat (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

Pria kelahiran Mamuju itu, menerangkan sebelum masa pandemi merabak, ia mendapat orderan puluhan sepatu dan sandal tiap harinya.

"Dulu sebelum corona, saya biasa dapat orderan sampai 20 sepatu yang masuk. Sekarang hanya 5 paling banyak 10 orderan," ujar Aco kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (23/9/2021).

Kendati demkian, Aco tetap bertahan dalam kondisi apapun karena sudah tidak mempunyai pekerjaan selain dari tukang sol sepatu.

"Meskipun orderan menurun, ya tetap bersyukur karena selalu ada orderan yang masuk meskipun tidak serame dulu," ujarnya.

Perharinya tukang jahit sepatu itu mendapatkan penghasilan puluhan ribu sampai ratusan ribu.

"Saat ini saya dapat biasa Rp 80 sampai Rp 125 ribu dan itupun saya harus bagi dua sama teman saya, beda sekali dulu waktu pandemi datang," bebernya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jumat 24 September 2021: Potensi Hujan Ringan di 5 Wilayah Sulbar

Baca juga: Kronologi Mayat Perempuan Ditemukan Membusuk Dalam Rumah di Tinambung Polman

Untuk ongkos jahitnya disesuaikan ukuran sepatu atau sandal.

"Kalau agak besar itu Rp 20 ribu kalau untuk kecil Rp 15 ribu," tandasnya.

Aco berharap pemerintah juga bisa memberikan perhatian terhadap usaha tukang jahit sepatu.

"Setidaknya kita juga bisa terima bantuan UMKM, karena perlu juga untuk bantuan pengembagan usaha," ujarnya (*)


Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved