Breaking News:

Korupsi DAK Pendidikan

Terdakwa Korupsi DAK Pendidikan 2020 Busra Edi Divonis 2 Tahun Penjara & Denda Rp 100 Juta

Dalam perkara tersebut, Busra Edi bertindak selaku wakil ketua penanggungjawab pengelolaan DAK fisik pendidikan tahun 2020.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Nurhadi
Busra Edi mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Tinggi Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mamuju, menjatuhi hukuman vonis 2 tahun penjara terdakwa kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan SMA di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar tahun 2020.

Ialah Busra Edi divonis dua tahun penjara pada Rabu (22/9/2021) bertepatan HUT ke-17 Sulbar.

Dalam perkara tersebut, Busra Edi bertindak selaku wakil ketua penanggungjawab pengelolaan DAK fisik pendidikan tahun 2020.

Hal itu disampaikan oleh ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Mamuju, saat sidang secara virtual, Rabu (22/9/2021) sore.

Kuasa Hukum Busra Edi, Abdul Wahab, mengatakan tidak sepakat dengan hasil keputusan sidang tersebut.

"Kami belum putuskan banding atau tidak, kami pikir-pikir dulu," terang Abdul Wahab saat ditemui di lokasi ruang sidang tipikor PN Mamuju.

Menurut Wahab, hasil putusan hakim ketua tidak sesuai.

"Harusnya divonis bebas, sebab Bursa Edi hanyalah staf biasa," pungkasnya.

Sebelumnya, Busra Edi menjadi terdakwa setelah Kasus korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar tiga persen pada Bidang Pendidikan SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar tahun 2020, terungkap.

Kini Busra Edi harus menjalani hukuman 2 tahun penjara dan denda sebesar 100 juta.

Dua terdakwa lainya yakni Burhanuddin Bohari dan Aking Djide kini menjalani sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Mamuju.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved