Breaking News:

Kejari Mamasa Sudah Periksa 15 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pasar Lakahang

Proyek pembangunan pasar Lakahang dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5,4 Milliar bersumber dari APBN, dianggap mangkrak.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa, Kusuma Jaya Bulo 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Dugaan korupsi pembangunan Pasar Rakyat Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, masih berproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa.

Kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Kejari Mamasa.

Proyek pembangunan pasar Lakahang dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 5,4 Milliar bersumber dari APBN, dianggap mangkrak.

Baca juga: Kejari Mamasa Periksa Empat Saksi Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Lakahang

Baca juga: Kejaksaan Negeri Mamasa Masih Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Lakahang

Proyek pembangunan ini dikerjakan pada akhir tahun 2019 dan menyebarang ke tahun 2021.

Akibatnya pembangunan dihentikan.

Pihak rekanan telah mencairkan anggaran kurang lebih 90 persen.

Namun progres pembangunan belum mencapai 80 persen.

Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa, Kusuma Jaya Bulo, mengatakan, pihaknya masih menunggu putusan resmi perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dia menyebut penyidik Kejari Mamasa sudah memeriksa 15 saksi.

Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa, Kusuma Jaya Bulo
Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa, Kusuma Jaya Bulo

Pihak jaksa juga sudah melakukan ekspose terhadap perkara tersebut.

"Kemarin kita lakukan ekspos kasus,"ungkapnya, Rabu (22/9/2021).

Walau begitu, Kusuma Jaya mengaku belum bisa berikan keterangan jelas terkait poin penting kasus tersebut.

"Kalau itu kami pending dulu, karena bocor nanti repot," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved