Breaking News:

Bayi Duyung

Bayi Duyung Yatim Piatu Ditemukan Terdampar di Polman Mati, Dokter WWF Lakukan Nekropsi

Dari hasil pengamatan dokter, makanan yang terdapat pada bayi duyung masih berwarna hijau dan masih utuh.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Bayi Dugong dikubur di sekitar kawasan rumah penyu Mampie 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Yusi, bayi duyung yatim piatu yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), beberapa waktu lalu, mati.

Mamalia dengan nama lain Dugong Mati karena diduga mengalami gangguan pada pencernaan. Dokter dari Yayasan WWF Indonesia menemukan ada tumpukan pakam atau makanan diususnya.

Hal itu didapat setelah melalui proses nekropsi atau beda tubuh pada bayi duyung yang berlangsung di kawasan rumah penyu Mampie, Rabu (22/9/2021).

Nekropsi bertujuan untuk mengetahui proses terjadinya penyakit infeksius, keracunan, defisiensi nutrisi dan tumor yang menyebabkan kematian hewan.

Namun demikian dokter dari WWF Indonesia belum memastikan temuan itu adalah penyebab utama kematian si Yusi, bayi duyung.

"Tadi kita coba melakukan nekropsi untuk menjawab itu dan memang belum ada secara fis, tapi nanti kita lihat pada hasil diagnosa laboratorium, " ucap dr Suprapti.

Nekropsi dilakukan dr Suprapti bersama dengan dr Hidayatun Nisa dan pihak Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar,

Disaksikan langsung pendiri rumah penyu Muhammad Yusri.

Dari hasil nekropsi sementara kata dr Suprapti mendapati adanya penyumbatan pada saluran pencernaan.

Mulai dari lambung hingga usus besar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved