Breaking News:

62 Kepala Desa di Majene Rame-rame ke Hotel Swiss Bellin Makassar

Masing-masing kepala desa wajib menyetor dana sebesar Rp 5 juta untuk biaya administrasi.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Kantor PMD Majene 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Majene, Andi Amriana Chairani, menyebut pelatihan kepala desa yang dipusatkan di Makassar bukan tanggung jawab PMD Majene.

Pelatihan tersebut, kata dia, bukan program Dinas PMD Majene.

"Jadi saya tidak punya kewenangan untuk menjawab itu, karena bukan kami pelaksananya," ujar Andi Amriana kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (22/9/2021).

Pelatihan ini disoroti sejumlah masyarakat karena dipusatkan di Makassar.

Kegiatan itu terkesan pemborosan anggaran karena lokasi pelatihan dianggap terlalu jauh.

Padahal di Majene banyak tempat, tanpa harus menguras biaya ke Makassar.

Berdasarkan undangan yang beredar, pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Swiss-Bellin Makassar.

Pelatihan ini terkait pengelolaan dan pengawasan dana desa.

Berlangsung selama empat hari, 21 - 24 September 2021.

Lembaga pelaksana adalah Lembaga Peningkatan Mutu dan Sumber Daya Manusia Indonesia (LPM-SDMI).

Masing-masing kepala desa wajib menyetor dana sebesar Rp 5 juta untuk biaya administrasi.

Sudah termasuk akomodasi Hotel Twin Share Makassar, honor narasumber, sertifikat, modul dan paket meeting lainnya.

Sementara, Kepala Desa Tubo Nasri (45) mengaku tidak mengikuti pelatihan tersebut.

"Saya tidak ikut karena sakit. Tapi tadi kami ditelfon terus supaya ikut. Terpaksa aparat desa di sini baru berangkat tadi. Sementara dana dari desa belum cair," terang Nasri. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved