Breaking News:

19 Sekolah SMA/SMK/SLB Rusak Pascagempa, Prof Gufran: Siswa Belajar di Tenda Sementara

"Proses belajarnya juga masih lancar karena masih pake sistem modul. Siswa datang ke sekolah diberikan penjelasan singkat kemudian pulang," kata Prof

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Prof Gufran Darma Dirawan. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Tercatat 19 Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) mengalami kerusakan pascagempa.

Sementara, proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sedang berlangsung.

Sehingga, membuat para siswa terpaksa belajar menggunakan tenda sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Prof Gufran Darma Dirawan mengatakan, ada delapan sekolah parah pascagempa 6,2 Magnitudo menghantam kabupaten Mamuju dan Majene 15 Januari lalu.

Baca juga: Covid 19 Indonesia: Tunjukkan Tren Positif, Pembatasan Pintu Masuk Internasional Masih Diberlakukan

Baca juga: 70 Satpol PP Akan Hadang Massa Aksi di Bundaran Kantor Gubernur Sulbar

Proses belajar mengajar di bawah tenda BNPB di Sd Inpres Salupangi, Selasa (21/9/2021).
Proses belajar mengajar di bawah tenda BNPB di Sd Inpres Salupangi, Selasa (21/9/2021). (Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli)

"Proses belajarnya juga masih lancar karena masih pake sistem modul. Siswa datang ke sekolah diberikan penjelasan singkat kemudian pulang," kata Prof Gufran, saat ditemui di Marasa Corner, Selasa (21/9/2021).

Lanjutnya, tahun ini pembangunan sekolah masuk rusak parah ditarget bisa selesai.

Apalagi, banyak bantuan dari luar turut membantu seperti SMK Rangas mendapat bantuan sebesar Rp 6 Miliar lebih.

"Alhamdulillah berjalan lancar PTM dibuktikan partisipasi siswa sudah mendekati 80 persen," ungkap Prof Gufran.

Sampai saat ini, belum ada didapatkan siswa maupun guru terpapar Covid-19 selama pelaksanaan PTM.

Dia berharap ada perubahan sistem PTM lebih kenfrehensip jika Sulbar semakin baik dari penyebaran Covid-19.

"Sementara kita godok bagaimana bisa mendapatkan lebih banyak jam. Mudah-mudahan sudah hijau akan bisa lebih cepat," harapnya.

Dia juga membeberkan proses pekerjaan pembangunan sekolah terdampak gempa di Dinas PUPR tahun ini mulai dikerjakan.

Termasuk, bantuan lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) segera tuntas segala proses administrasi dan mulai dikerjakan.

"Kita sementara fokus di SMA Tappalang dan Malunda agar bisa segera mungkin diperbaiki," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved