Breaking News:

17 Tahun Lalu, Sulbar Resmi Jadi Provinsi Baru

Provinsi Sulawesi barat atau yang disingkat Sulbar merupakan provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan (Sulse).

TribunSulbar.com/Nurhadi
Cafe Sapo Loko di Buki Uhai Sibali yang menawarkan suasaba tradisional. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Sulawesi Barat atau disingkat Sulbar merupakan provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan.

Provinsi ini dikenal karena memiliki banyak objek wisata yang menawan.

Wilayah yang sebagian besar dihuni oleh Suku Mandar ini letaknya sangat strategis pada posisi silang segitiga emas antara Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.

Sejak awal berdirinya, provinsi Sulbar telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan, utamanya dalam bidang pemerintahan.

Kawasan Wisata Tondok Bakaru
Kawasan Wisata Tondok Bakaru (dispar.sulbarprov.go.id)

Baca juga: Hari Jadi ke-17, Sudah Saatnya Sulawesi Barat Punya Kota Madya

Baca juga: HUT ke-17 Sulbar Harus Jadi Wahana Refleksi Nilai yang Ditanamkan Para Pejuang

Dimana awal pembentukan provinsi Sulbar hanya terdiri dari lima kabupaten, namun pada tahun 2013 terjadi pemekaran yaitu Kabupaten Mamuju Tengah dari induk Kabupaten Mamuju.

Sehingga kini, jumlah kabupaten di Sulbar menjadi enam kabupaten.

Sejarah Singkat Sulbar

Pada masa penjajahan wilayah Sulawesi Barat dikenal dengan afdeling mandar.

Dengan daerah onder afdeling yaitu:

- Onder afdeling Majene beribu kota Majene

- Onder afdeling Mamasa beribu kota Mamasa

- Onder afdeling Mamuju beribu kota Mamuju

- Onder afdeling Polewali Mandar beribu kota Polewali Mandar

Tuntutan memisahkan diri dari Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah dimulai sejak sebelum Indonesia merdeka.

Diawali dengan masyarakat di wilayah eks afdeling Mandar.

Ide awal pembentukan provinsi Sulawesi Barat berawal dari semangat Allamungan Batu di Luyo yang mengikat masyarakat Mandar dalam perserikatan Pitu Ba'bana Binaga yang berarti tujuh kerajaan di pesisir pantai dan Pitu Ulunna Salu yang berarti tujuh kerajaan di hulu sungai.

Tertuang dalam muktamar yang melahirkan Sipamandar yang berati saling memperkuat untuk bekerja sama dalam membangun Mandar.

Dengan semangat Sipamandar tersebut perjuangan untuk mendirikan provinsi sendiri digelorakan oleh tokoh masyarakat suku Mandar dan dicetuskan pada tahun 1960.

Adapun tokoh masyarakat tersebut yaitu:

1. H. A. Depu

2. Abd. Rahman Tamma

3. Kapten Amir

4. H. A. Malik

5. Baharuddin Lopa, SH

6. Abd. Rauf

Ide tersebut kemudian dideklarasikan pada tahun 1961.

Jalan panjang yang berliku dan tidak mudah dilalui masyarakat Mandar dalam membentuk provinsi Sulawesi Barat.

Perjuangan terus dilakukan hingga pada masa orde baru.

Akan tetapi, keinginan untuk memisahkan diri dari provinsi induk saat itu yang bernama Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra) kembali menemui jalan buntu yang akhirnya perjuangan ini seakan dipeti-es-kan.

Hingga memasuki era reformasi, suku Mandar kembali melanjutkan perjuangan agar dapat membuat provinsi baru.

Titik terang mulai terlihat memasuki tahun 2000 yang mana masyarakat mendapatkan persetujuan dan dukungan dari Bupati dan Ketua DPR Kabupaten Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar dalam Kongres I Sulawesi Barat.

Pada tahun 2001, Gubernur Sulawesi Selatan yaitu H Zainal Basri Palaguna mengeluarkan surat Nomor 125/500/Otoda tanggal 5 Februari 2001 yang isinya menyatakan persetujuan pembentukan provinsi baru hasil pemekaran Sulsel.

Tak hanya itu, anggota DPR asal Sulbar ketika itu juga terus melakukan gerilya dan terus mendorong pemerintah agar provinsi Sulbar segera terbentuk.

Pada tahun 2003 terbentuklah panitia khusus Sulbar.

Hingga pada akhirnya tahun 2004 tepatnya tanggal 5 Oktober 2004 diputuskan bahwa lima kabupaten di Tanah Mandar saat itu yakni:

1. Mamuju Utara

2. Mamuju

3. Majene

4. Polewali Mandar

5. Mamasa

Dibentuk menjadi provinsi baru bernama Sulawesi Barat.

Keputusan tersebut kemudian dituangkan dalam UU NOmor 26 Tahun 2004 tentang Pembentukan Daerah Sulawesi Barat yang ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

Geografis

Provinsi Sulawesi Barat terletak diantara 0º46’13,03″ – 3º46’13,4″ Lintang Selatan dan 116º47’22,6″ – 119º52’17,07″ Bujur Timur.

Provinsi ini berbatasan langsung dengan:

1. Sebelah barat berbatasan dengan Selat Makassar dan Kalimantan Timur

2. Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah

3. Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan

4. Sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Selatan

Wilayah Sulbar memiliki luas 16.787,18 kilometer persegi.

Dan wilayah laut sebesar 20.851,002 dengan panjang garis pantai sebesar 677 kilometer.

Selain itu, Sulbar juga memiliki pulau kecil sebanyak 40 dimana terdiri atas 69 kecamatan, 575 desa dan 71 kelurahan.

Di Sulawesi Barat terdapat 193 gunung dengan gunung tertingginya yaitu Gunung Ganda Dewata dengan ketinggian 3.037 meter di atas permukaan laut yang terletak di Kabupaten Mamasa.

Sulbar mempunyai delapan aliran sungai utama dengan lima aliran terbesar berada di Kabupaten Polewali Mandar.

Selain itu, provinsi ini juga memiliki dua sungai terpanjang yaitu:

1. Sungai Saddang yang melewati Kabupaten Tator, Enrekang, Pinrang, dan POlewali Mandar

2. Sungai Karama di Kabupaten Mamuju

Dengan panjang masing-masing sungai yaitu 150 kilometer.

Tak hanya itu, SUlbar juga masuk dalam daerah yang rawan bencana alam.

Terakhir, pada 14-15 Januai 2021 Sulbar diguncang gempa bumi tepatnya di wilayah Mamuju dan Majene.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved