Breaking News:

Maradika Mamuju Akan Hadiri FAKN di Keraton Sumedang, Simak Sejarah Festival Kerajaan Nusantara

Festival Keraton Nasional (FKN) digelar untuk pertama kalinya di Yogyakarta pada tahun 1995.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Raja Gowa ke-38, Andi Kumala Idjo memberikan penghargaan persahabatan Gowa dan Mamuju kepada YM Bau Akram Dai. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Perhelatan budaya Festival Adat Kerajaan Nusantara (FAKN) 2021 akan digelar di Keraton Sumedang, Kabupaten Sumedang.

Acara ini juga akan dihadiri Maradika Mamuju, Bak Akram Dai yang baru-baru ini dilantik menggantikan ayahnya, Alm Andi Maksum Dai. 

Gelaran budaya nasional ini akan dilaksanakan pada 28-30 September 2021.

Dikutip dari jabarprov.go.id, ajang festival keraton tersebut akan terdapat beberapa agenda, yaitu pertemuan agung dan kirab budaya.

Meskipun ditengah pandemi Covid 19, event tersebut akan tetap memberikan sambutan yang luar biasa sehingga berkesan bahwa budaya dapat mempersatukan negeri menjadi lebih baik lagi.

Tarian to Sumombal di Festival Kota Tua Majene
Tarian to Sumombal di Festival Kota Tua Majene (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Baca juga: Kerajaan Gowa dan Mamuju Siap Ikuti Festival Adat Kerajaan Nusantara 2021

Baca juga: HUT ke-17 Sulbar, Ketua Panitia: Dipusatkan di DPRD, Buttu Ciping Sebatas Festival

Keraton di berbagai wilayah Indonesia diketahui sebagai sumber kebudayaan bahkan banyak karya seni leluhur lahir dari keraton-keraton di nusantara.

Prosesi Pelantikan Raja Mamuju YM Bau Akram Dai.
Prosesi Pelantikan Raja Mamuju YM Bau Akram Dai. (Tribun-Sulbar.com/Habluddin)

Tentu saja, keraton menjadi cerminan identitas budaya bangsa sekaligus merupakan aset nasional yang patut dijaga, dilestarikan, dan menjadi potensi untuk bidang kepariwisataan.

Sejarah Festival Keraton Nusantara (FKN)

Dilansir oleh fkn.kutaikartanegara.com, bermula dari Festival Keraton se-Jawa yang diadakan di Solo pada tahun 1992, kegiatan ini kemudian dikembangkan menjadi Festival Keraton Nusantara (FKN).

Kegiatan ini untuk pertama kalinya digelar pada tahun 1995 di Yogyakarta dengan diikuti 20 utusan keraton atau istana dari beberapa kerajaan yang ada di Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved