Breaking News:

Bayi Dugong

WWF Kirim Dokter ke Mampie Cek Kondisi Bayi Dugong Terdampar di Pesisir Balanipa Polman

Bayi duyung terdampar di pesisir Kappung Tulu diduga terpisah dengan induknya.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Bayi dugong yang terdampar dipesisir, dievakuasi di Rumah Penyu Mampie, Polman. 

TRIBUN-SULBAR. COM, POLMAN - Yayasan WWF mengirim dokter untuk mengecek kondisi bayi dugong ditemukan terdampar di pesisir Pantai Kampung Tulu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

WWF merupakan salah satu organisasi konservasi independen terbesar di Indonesia yang telah memulai kegiatannya sejak tahun 1962.

"Besok dokter WWF akan datang, " kata Ketua Komunitas Sahabat Penyu, Muhammad Yusri yang merawat bayi dugong itu, kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (19/9/2021).

Dugong atau duyung adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup dam mampu mencapai usia 22 sampai 25 tahun

Bayi duyung terdampar di pesisir Kappung Tulu diduga terpisah dengan induknya.

Induk bayi dugong atau duyung ini diduga sudah mati.

"Karena duyung ini masih tergolong anak-anak atau bayi, maka masih sangat butuh untuk dimanja dan diberi susu, " ujar Muhammad Yusri.

Yusri merawat bayi dugong ini layaknya anak manusia yang butuh kasih sayang.

Selama berada di rumah penyu, bayi duyung ini diberi minum susu tiap tiga jam sekali.

"Jadi semua tindakan yang kami lakukan selalu kordinasi dengan dokter hewan yang ada di WWF, " tuturnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved