Pesona Pantai Dato Majene, Pantai yang Beralaskan Pasir Putih dan Karang
Pesona pantai Dato yang menyuguhkan pemandangan pasir putih dan karang.
Penulis: Suandi | Editor: Muhammad Husain Sanusi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suasana-Pantai-Dato-di-Majene-yang-diabadikan-menggunakan-kamera-drone.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia adalah pantai.
Hal ini karena, pantai menawarkan pemandangan yang mempesona terlebih pemandangan bawah lautnya.
Salah satu pantai yang wajib dikunjungi adalah pantai Dato.
Dikutip dari majenekab.go.id, pantai dato merupakan salah satu destinasi wisata yang digemari oleh masyarakat di Majene, Sulawesi Barat.
Baca juga: Pesona Pantai Dato, Wisata Pesisir Instagramable di Majene yang Memanjakan Mata
Pantai ini tepatnya terletak di lingkungan Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur.
Kawasan ini dibuka sejak tahun 1998 silam.
Pesona Pantai Dato
Pantai Dato adalah rumah bagi huni kepiting, kerang, dan hewan laut kecil.
Perairan lepas pantainya pun terbilang relatif tenang.
Dan sangat cocok untuk berbagai wisata pantai seperti, main pasir, memancing, snorkling, dan menyelam.
Bahkan kondisi alam bawah launta masih terjaga dengan baik dan masih banyak terumbu karang alami bawah laut.
Pasir halus dan berkarang
Pantai Dato Majene terbagi menjadi dua bagian pantai yaitu pantai beralaskan pasir putih dan pantai beralaskan karang.
Selain itu, di pantai ini juga terdapat karang dengan ukuran cukup besar yang dilengkapi dengan anak tangga.
Sehingga pengunjung dapat dengan mudah menaikinya untuk sekedar menikmati pemandangan dari atas batu karang.
Pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan warna air laut bergradasi dari hijau hingga biru tua.
Fasilitas di Pantai Dato
Pengunjung bisa menikmati beragam fasilitas yang ada di pantai ini, seperti rumah makan, ruang ganti setelah mandi, dan toilet.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas dari Majene seperti pisang goreng, cendol, ikan terbang dan ikan seribu.
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)