Breaking News:

Legislator Golkar Mamasa

2 Legislator Golkar DPRD Mamasa Berkasus, Gajinya Tetap Jalan

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Mamasa, H. Sudirman mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi kepada DPD I Golkar Sulbar lakukan pendampingan.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Ketua DPD Golkar Kabupaten Mamasa, H Sudirman. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), masih lakukan pendamping kepada dua kadernya.

Dua kader Golkar di Kabupaten Mamasa tersandung kasus.

Keduanya merupakan anggota DPRD aktif, yakni Joni Daud dan Muhammadiyah Mansyur.

Joni Daud tersandung kasus ijazah palsu.

Saat ini kasusnya tengah berproses di Pengadilan Negeri Polewali Mandar.

Sementara Muhammadiyah tersandung kasus penipuan.

Saat ini kasusnya tengah bergulir di Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar.

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Mamasa, H. Sudirman mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi kepada DPD I Golkar Sulbar lakukan pendampingan.

"Minggu depan saya jadwalkan ketemu dengan pak Joni," terang H. Sudirman via telepon, Sabtu, (18/9/2021).

Dia menjelaskan, terkait penggantian antar waktu (PAW) sesuai anggaran dasar partai Golkar, setelah kasusnya dinyatakan inkrah barulah dilakukan PAW.

"Nanti dinyatakan inkrah baru ada PAW, tetapi inikan masih berproses jadi statusnya masih praduga tak bersalah," tandasnya.

Begitupun Muhammadiyah, ujar Sudirman, saat ini kasusnya masih tahap penyidikan.

"Kasusnya masalah utang piutang. Jadi kalau MM bersedia mengembalikan berarti kasusnya bisa dihentikan," pungkasnya.

Meski keduanya bermasalah, namun gajinya tetap jalan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Samuel Mesakaraeng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved