TMMD

TMMD Wujudkan Harapan Masyarakat Desa Banea Mamasa

Sebagai masyarakat terpencil Kecamatan Sumarorong, berharap pembangunan infrastruktur jalan menuju desanya bisa berkelanjutan.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Pelebaran jalan penghubung Desa Banea oleh TNI-Polri dan masyarakat. 

Waktu normal ditempuh ke Desa Banea hanya membutuhkan kurang lebih 30 menit.

Karena akses jalan tidak bagus, waktu 30 menit tidak cukup untuk sampai ke desa ini.

Desa Banea, merupakan desa penghasil buah alpukat terbesar di Sulawesi Barat.

Selain sebagai desa penghasil alpukat, Desa Banea juga merupakan desa pariwisata.

Di desa ini terdapat objek wisata air terjun bersusun, yakni air terjun Salu Dambu.

Namun, masyarakat kesulitan menjual hasil pertanian karena akses jalan tidak mendukung.

Karena akses jalan belum memadai, keindahan alam di desa tersembunyi ini nyaris tak ada pengunjungnya.

Lumpur licin menjadi kendala masyarakat menjual hasil pertanian selama ini. Begitu juga wisatawan.

Agar hasil alpukat dan pariwisata bisa menunjang perekonomian, masyarakat di desa itu berharap akses jalannya diperbaiki.

Harapan itu diwujudkan Kodim 1428/Mamasa, melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 tahun 2021.

Kegiatan TMMD di Desa Banea, diawali pra TMMD oleh 35 personel Kodim 1428 Mamasa sejak 25 Agustus 2021.

Pada kegiatan pra TMMD, TNI bersama masyarakat membangun MCK lima unit, bak penampungan air lima unit, plat dekker tiga unit, talud 90 meter dan rehab ringan gereja dua unit.

Saat ini, progres pembangunannya telah mencapai 30 persen.

Pra TMMD selesai pada 10 September 2021, dilanjutkan kegiatan TMMD.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved