Breaking News:

Legislator Golkar Mamasa

Kuasa Hukum Joni Daud Sebut Dakwan Jaksa Tidak Cermat

"Pada intinya menurut kami, dakwaan jaksa tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," ungkap Samuel, Kamis (16/8/2021).

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Sidang online pembacaan eksepsi kasus ijazah palsu Joni Daud 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Pengadilan Negeri (PN) Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), menggelar sidang kedua kasus ijazah palsu Joni Daud.

Anggota DPRD Mamasa fraksi Golkar.

Sidang kedua digelar secara online, dengan agendakan pembacaan eksepsi atau jawaban oleh Penasihat Hukum (PH) Joni Daud.

Baca juga: Kasus Ijazah Palsu, Legislator Golkar Joni Daud Dipindahkan ke Lapas Kelas II B Mamasa

Baca juga: Soal Kasus Ijazah Palsu Joni Daud, Ketua DPD Golkar Mamasa: Kami Kooperatif

Kuasa Hukum Joni Daud, Samuel mengatakan, pembacaan eksepsi menjawab materi hukum yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU).

Menurut Samuel, pihaknya tidak sepaham dengan materi dakwaan JPU.

Poin penting dipersoalkan dalam dakwaan JPU, Samuel mengaku belum bisa mengekspos.

Dia beranggapan, dakwaan jaksa banyak hal yang dianggap tidak teliti dan tidak cermat.

"Pada intinya menurut kami, dakwaan jaksa tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," ungkap Samuel, Kamis (16/8/2021) .

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Andi Dharman Koro, mengatakan kasus itu telah melalui dua kali persidangan.

Sidang online pembacaan eksepsi kasus ijazah palsu Joni Daud
Sidang online pembacaan eksepsi kasus ijazah palsu Joni Daud (Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng)

Sidang perdana digelar pada selasa 7 September, sebelum pembacaan eksepsi pada 14 September kemarin.

Andi Dharman tak menampik, PH Joni Daud menyebut dakwaan disampaikan JPU absurd.

Menurut Andi Dharaman, PH Joni Daud menganggap ijazah SD yang dinyatakan palsu oleh JPU, tidak digunakan pada prosesor pendaftaran calon Anggota DPRD Mamasa.

Terkait eksepsi atau pembelaan PH Joni Daud, Kejaksaan Negeri Mamasa kata Andi Dharman, masih menyusun jawaban eksepsi tersebut.

"Kami akan jawab eksepsi PH Joni Daud pekan depan," ungkap Andi Dharman.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved