Breaking News:

Sapi Berkeliaran di Mamuju

Hewan Ternak Masih Bebas Berkeliaran di Kota Mamuju, Bukti Surat Edaran Bupati Sutinah Belum Efektif

Padahal, dalam surat yang ditandatangani Bupati Sutinah Suhardi itu sangat jelas memuat tujuh poin penting yang harus ditaati pemilik ternak.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Sapi berkeliaran di pusat perbelanjaan Pasar Baru Mamuju Jl Pababari, Kelurahan Karema, Mamuju, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Surat Edaran (SE) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, terkait penertiban ternak sepertinya tidak efektif.

Buktinya masih banyak hewan ternak yang berkeliaran di kota Mamuju.

Padahal, surat yang ditandatangani langsung Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi itu berlaku sejak 23 Agustus.

Baca juga: Sapi Anda Masih Berkeliaran di Kota Mamuju? Siap-siap Dipotong untuk Dibagikan ke Warga

Padahal, dalam surat itu sangat jelas memuat tujuh poin penting yang harus ditaati pemilik ternak.

Bahkan salah satu poinnya berisi sanksi berupa pemotongan hewan ternak, kemudian dagingnya akan dibagikan kepada warga.

Hewan ternak, sapi yang berkeliaran di jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju.
Hewan ternak, sapi yang berkeliaran di jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Mamuju. (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

Tujuh poin Isi surat edaran kepada pemilik ternak tersebut di antaranya:

Pertama, pemilik ternak di larang menggembala, melepas dan membiarkan hewan ternaknya berkeliaran di jalan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Kedua, pemilik ternak agar menyediakan kandang sebagai tempat memelihara ternak.

Ketiga, pemilik ternak agar memberi tanda khusus pada hewan ternaknya.

Keempat, pemilik ternak agar mengawasi hewan ternaknya yang di gembala sehingga tidak mengganggu dan atau merugikan kepentingan umum.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved