Breaking News:

Pelabuhan Fery Simboro

Ketua HMI Mamuju Soroti Pelabuhan Ferry Lama Tak Beroperasi, Banyak Kehilangan Penghasilan

Sudah banyak masyarakat kehilangan penghasilan akibat tidak beroperasinya pelabuhan itu sejak Januari 2021.

Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Ketua HMI MPO Mamuju, Muh Akhyar Latif 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Mamuju, Muh Ahyar Latif, soroti lambatnya perbaikan Pelabuhan Fery Simboro Mamuju.

Pasca gempa Mamuju 6,2 SR pelabuhan tersebut mengalami kerusakan sehingga tak dapat disandari fery.

Namun hingga saat ini belum diperbaiki pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Pulau (ASDP) selaku pengelola pelabuhan.

"Upaya pemerintah untuk memperbaiki pelabuhan Simboro ini sangat nihil, tidak ada sama sekali saya liat," kata Ahyar kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (15/9/2021).

Keterlambatan perbaikan pelabuhan tersebut kata Ahyar, karena tidak adanya itikad baik pemerintah.

Seharusnya pemerintah mendorong pihak pengelola pelabuhan mempercepat pembenahan pelabuhan yang melayani penyebrangan rute Mamuju - Balikpapan.

"Karena kemarin kita aksi menuntut ke DPR untuk mendorong segera diperbaiki, tapi DPR juga tumpul pada perosalaan kepentingan rakyat," paparnya.

Sementara pelabuhan tersebut adalah pusat perputaran ekonomi masyarakat yang ada di Sulawesi Barat khususnya Mamuju.

"Padahal pelabuhan ini sangat berkaitan dengan jalanya ekonomi di daerah kita, juga salah satu tempat penyebrangan orang dari Kalimantan ke Mamuju, bahkan segela sumber hasil bumi itu melalui pelabuhan itu," ujarnya.

Selain itu, pelabuhan itu tempat warga mencari nafkah.

Sudah banyak masyarakat kehilangan penghasilan akibat tidak beroperasinya pelabuhan itu sejak Januari 2021.

"Warga di sekitar pelabuhan itu sangat membutuhkan pelabuhan segara diperbaiki, karena mereka mencari nafkah di situ," bebernnya.

Ahyar berharap pelabuhan itu bisa segera diperbaiki agar perekonomian masyarakat bisa berjalan kembali.

"Meskipun pedagang ada yang dipindahkan ke tempat lain, namun pendapatannya tidak sama karena daya jual beli juga pasti menurun," tutupnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

Penulis: Abd Rahman
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved