Breaking News:

Pemkab Mamasa

DPRD Soroti Usulan Dana PEN Rp 97 Miliar, Bupati Mamasa: Hak Dewan Hanya Mengawasi

Sebagian anggota DPRD Mamasa mengklaim, pengajuan pinjaman dana PEN, mesti melalui persetujuan DPRD.

Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tengah mengusulkan pinjaman dana pengendalian ekonomi nasional (PEN) ke pusat.

Pinjaman dana PEN ini, masih menuai pro dan kontra antara eksekutif dan sejumlah anggota legislatif di Kabupaten Mamasa.

Sebagian anggota DPRD Mamasa mengklaim, pengajuan pinjaman dana PEN, mesti melalui persetujuan DPRD.

Baca juga: Polemik Undangan Paripurna DPRD Mamasa, Orsan Soleman: Tak Mesti Persetujuan Bamus

Baca juga: Wakil Ketua II DPRD Mamasa Protes Undangan Paripurna KUA-PPAS 2022, Tak Sesuai Mekanisme

Akibatnya, paripurna DPRD persetujuan KUA-PPAS 2022, hingga kini masih tertunda.

Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi merespon hal tersebut.

Ia mengatakan, dana PEN tidak ada istilah terima atau menolak dari DPRD.

Adanya kata dia, DPRD Mamasa hanya mengawasi program berjalan setelah program itu disampaikan ke pihak DPRD.

"Hak Dewan itu hanya mengawasi kalau sudah disampaikan," katanya, Rabu (15/9/2021).

Ramlan menjelaskan, saat ini usulan dana PEN tengah berproses di kementerian keuangan.

Dan PEN tersebut bersifat emergency yang sasarannya sudah ditentukan pemerintah pusat.

Halaman
12
Penulis: Misbah Sabaruddin
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved