Breaking News:

Bos Damri Mamuju Usulkan Alat Berat Ditempatkan di Titik Rawan Longsor Sepanjang Jl Trans Sulawesi

Dampaknya sangat terasa bagi perusahaan transportasi lintas provinsi, mengingat Jl Trans Sulawesi ini merupakan jalur utama

Abdul Rahman/Tribun-Sulbar.com
Kepala Damri Cabang Mamuju Shaiful 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Akibat longsor yang terjadi di sejumlah titik sekitar Jl Trans Sulawesi Majene - Mamuju, pemerintah memberlakukan sistem buka tutup, karena dilakukan pembersihan material longsor yang terjatuh di tengah jalan.

Selain itu, ada pula proses pembangunan terasering di kawasan lereng, agar dapat mengurangi tingkat keterjangan lereng.

Akibat dari sistem buka tutup itu, terjadi kemacetan panjang hingga lebih dari 2 kilometer.

Dampaknya sangat terasa bagi perusahaan transportasi lintas provinsi, mengingat Jl Trans Sulawesi ini merupakan jalur utama Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat hingga Sulawesi Selatan.

Perusahan Otobus (PO) Damri juga ikut mengalami kendala di jalur transportasi darat tersebut, akibat adanya pengerjaan.

"Kita terganggu salah satunya adalah waktu, dimana jarak tempuh ke Polewali kita tempuh 4 jam, karena adanya longsor ini otomatis jarak tempuh waktu makin bertambah," ungkap Kepala Damri Cabang Mamuju Shaiful kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (15/9/2021).

Namun, pihaknya hanya bisa pasrah, sebab yang terjadi merupakan fenomena alam dan pemerintah pun sudah melakukan langkah terbaik demi keamanan bersama.

"Jadi kita sama-sama harus bersabar dulu. Semoga saja pekerjaan yang dilajukan bisa rampung secepatnya, sehingga akses transportasi di jalur trans sulawesi ini lancar kembali," tambahnya.

Pihaknya memberi masukan kepada pemerintah atau stakeholder terkait, agar di setiap titik rawan longsor sepanjang Jl Trans Sulawesi ditempatkan alat berat.

"Jadi kalau ada apa-apa, bisa segera dilakukan pemindahan material longsor dan perbaikan jalan, jadi tidak harus terjadi antrean panjang kendaraan terlalu lama," bebernya.

Sembari menambahkan, sistem buka tutup jalan tidak mempengaruhi pelayanan transportasi antar kota.

"Jadi kita tetap buka untuk pelayanan penumpang," katanya lagi. (*)

Penulis: Abd Rahman
Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved