Breaking News:

Kearifan Lokal

'Manette' Keahlian Perempuan Mandar Tak Dilirik Generasi Milenial

Saat ini kata Darmawati, sudah tidak banyak yang menggeluti dunia tenun sarung sutra.

Tribun Sulbar / Hasan Basri
Warga Tinambung Polman penenun lipa saqbe atau sarung sutra 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Manette atau dalam bahasa Indonesia menenun, tak lagi dilirik generasi millenial atau generasi muda.

Dulunya di tanah Mandar Sulawesi Barat (Sulbar), perempuan Mandar identik dengan kemampuan manette sarung sutra atau lipa saqbe.

Panette banyak dijumpai di Kecamatan Tinambung.

Namun sayang, seiring berjalannya waktu, semakin sedikit warga menekuni pembuatan lipa saqbe.

Panette lipa saqbe mulai kurang dilirik khususnya kalangan anak muda atau generasi milenial.

Salah satun pengrajin tenung Lipa Saqbe masih aktif adalah Darmawati (49 tahun), warga Jl Panette, Desa Tamangalle, Kecamatan Tinambung.

Darmawati warga Tinambung Polman penenun kain sutra mandar 3
Darmawati warga Tinambung Polman penenun kain sutra mandar

Ibu tujuh anak ini sudah manette sejak SD dengan cara tradisional.

Menenun kain sutra dilakukan di rumahnya secara turun-temurun.

"Sudah adami 30 tahun," kata ibu Darmawati, kepada tribun-sulbar.com saat ditemui di rumahnya, Minggu (12/9/2021).

Diakui perempuan yang juga berprofesi sebagai guru mengaji ini, saat ini sudah tidak banyak yang menggeluti dunia tenun sarung sutra.

Halaman
123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved