Breaking News:

Cakar Lampu Merah

YUK! Habiskan Waktu Akhir Pekan Berburu Cakar Lampu Merah Majene

Disebut Cakar Lampu Merah karena posisi tempat ini berada pas di samping persimpangan lampu merah Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Majene.

Tribune-Sulbar.com/Misbah Safaruddin
Cakar Lampu Merah di samping persimpangan lampu merah di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Akhir pekan adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu.

Akhir pekan selalu menjadi waktu istimewa utamanya bagi pekerja mau pun pelajar dan mahasiswa.

Saat libur sekolah, kuliah dan kerja, bisa digunakan untuk beristirahat atau jalan-jalan bersama keluarga dan teman-teman.

Selain itu, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu akhir pekan.

Seperti nongkrong di warkop hingga berbelanja.

Di Kabupaten Majene, ada satu tempat belanja yang cukup murah meriah.

Sebagian warga Majene menyebut nama tempat ini adalah Cakar Lampu Merah.

Di tempat ini memang kebanyakan dijual cakar.

Disebut Cakar Lampu Merah karena posisi tempat ini berada pas di samping persimpangan lampu merah Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Majene.

Tempat ini bisa dikatakan berada di jantung Pemerintahan Kota Majene.

Jaraknya hanya beberapa meter dari Kantor Bupati Majene dan Rujab Bupati Majene.

Tempat ini juga tak jauh dari Masjid Besar Ilaikal Mashir dan Taman Makam Pahlawan di Tanangan, Majene.

Di tempat ini dijual cakar seperti baju/kemeja, celana, sepatu, switer/ jaket.

Ada juga jas hujan dan topi.

Harganya bervariasi, tergantung kualitas.

Untuk topi, mulai dari harga Rp 15 ribu - Rp 35 ribu.

Sedangkan, baju dan celana mulai harga Rp 40 ribu - 150 ribu.

Sepatu mulai dari harga Rp 130 ribu - Rp 350 ribu.

Pembeli juga masih bisa menawar.

Salah seorang pembeli Aco (25) mengaku selalu singgah di tempat itu untuk sekedar mencari kemeja cakar atau sepatu.

"Singgah cari kemeja putih siapa tau ada di sini. Kemejanya mau dipakai ujian CPNS nanti," ujar Aco kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (11/9/2021).

Di bagian ujung, juga ada tenda penjual kaca mata.

Sembari menunggu lampu merah berganti lampu hijau, pengendara bisa menengok kanan-kiri melihat-lihat baju dan sepatu cakar.

Penjual di tempat ini kebanyakan datang dari Makassar.

Tempat ini mulai dilirik dijadikan tempat penjualan cakar sejak tahun 2019.

Awalnya hanya ada satu-dua tenda.

Tapi sekarang sudah bertambah dan pembeli semakin punya banyak pilihan tentunya. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

Penulis: Misbah Sabaruddin
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved