Breaking News:

DPRD Mamasa

Polemik Undangan Paripurna DPRD Mamasa, Orsan Soleman: Tak Mesti Persetujuan Bamus

"Jadi undangan yang saya keluarkan, tidak harus sesuai persetujuan Bamus, sebab jadwal yang ditentukan Bamus sudah lewat," tandasnya.

Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Ketua DPRD Mamasa, Orsan Soleman B 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), jadwalkan rapat paripurna, Jumat (10/9/2021) kemarin.

Sesuai surat undangan, yang ditandatangani Ketua DPRD Mamasa, Orsan Soleman B, menyampaikan dua agenda rapat.

Pertama penyampaian pendapat akhir fraksi terhadap persetujuan Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2020.

Kedua persetujuan bersama KUA-PPAS tahun anggaran 2022 oleh Bupati Mamasa dan pimpinan DPRD Kabupaten Mamasa.

Rapat paripurna yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.30 wita, tertunda lantaran sejumlah anggota DPRD Mamasa tidak hadir.

Undangan ini dinilai ilegal oleh Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Juan Gayang Pongtiku.

Pasalnya, undangan itu dinilai tidak sesuai mekanisme kedewanan di lembaga DPRD Mamasa, karena tidak melibatkan badan musyawarah (Bamus).

Juan beranggapan, seharusnya agenda rapat paripurna dilaksanakan berdasarkan Bamus.

Tetapi kenyataannya, tidak sepengetahuan Bamus, tiba-tiba ada paripurna.

Ironisnya menurut Juan, dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang termuat dalam KUA-PPAS tahun 2022, tidak semua anggota DPRD menyetujuinya.

Halaman
1234
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved