Belajar Tatap Muka

Transisi Belajar Daring ke Tatap Muka, Mengejar Ketertinggalan Kualitas Pendidikan yang Tertinggal

Padahal teknologi tidak sepenuhnya dapat membantu proses belajar dari jarak jauh menjadi lebih mudah untuk diterapkan

Editor: Ilham Mulyawan
Aris Munandar guru SMA
Aris Munandar guru SMA Guru Matematika di SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur 

Oleh: Aris Munandar, S. Pd (28)

Guru Matematika di SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur

TRIBUN-SULBAR.COM - Pagebluk Coronavirus desease 2019 (Covid-19) menghambat pendidikan di Indonesia.

Melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang diterbitkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Anwar Makarim tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), sekolah dipaksa menerapkan pembelajaran daring atau jarak jauh pengganti pembelajaran tatap muka di masa pandemi.

Mulai daerah perkotaan ke daerah pedesaan atau terpencil.

Ruang kelas ditutup dan tentu berdampak terhadap guru, siswa, dan orang tua di mana pun.

Sekolah dipaksa menerapkan teknologi dalam pembelajaran.

Padahal teknologi tidak sepenuhnya dapat membantu proses belajar dari jarak jauh menjadi lebih mudah untuk diterapkan.

Termasuk sekolah saya, SMK Negeri 1 Rantebulahan Timur, Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.

Banyak faktor yang menyebabkan pembelajaran daring tidak maksimal.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved