Breaking News:

Tewas Tergantung

Diduga Depresi Atas Kematian Istrinya, Kakek 72 Tahun di Polman Nekat Gantung Diri

"Memang saat ibu saya meninggal, kondisi bapak saya sudah tidak stabil," kata putri almarhum Hernawati.

Dok humas Polres Polman
Polisi mendatangi lokasi kejadian gantung diri di Tapango 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Nasir, petani asal Dusun Lapejang, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara Bunuh Diri.

Pria berusia 72 tahun Bunuh Diri dengan cara Gantung Diri diduga mulai sakit sakitan setelah kematian istrinya setahun yang lalu.

"Memang saat ibu saya meninggal, kondisi bapak saya sudah tidak stabil," kata putri almarhum Hernawati saat ditemui di rumah duka, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Cerita Anak Korban Sebelum Ayahnya Ditemukan Bunuh Diri

Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Tapango Polman Ditemukan Tewas Tergantung di Dapur

Polisi mendatangi lokasi kejadian gantung diri di Tapango
Polisi mendatangi lokasi kejadian gantung diri di Tapango (Dok humas Polres Polman)

Istri Nasir meninggal pada Oktober 2021 lalu.

Semenjak kematian istrinya, korban juga tidak pernah lagi maksimal pergi kerja sebagai seorang petani.

Bahkan Nasir juga sempat menjalani perawatan medis karena menderita sebuah penyakit.

Senada disampaikan Kepala Kepolisian Sektor Tapango, Ipda Taufiq Murawanto.

Ia menduga kematian korban murni karena bunuh diri.

Penyidik tidak menemukan adanya tanda tanda luka kekerasan di tubuh korban, kecuali pada lilitan tali di leher korban.

"Korban nekat bunuh karena mungkin pengaruh depresi. Informasi kami peroleh di lapangan tahun lalu istrinya meninggal, jadi mungkin penyebab itu sehingga stress atau depresi," paparnya.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved