Breaking News:

Longsor Mamasa

Kesaksian Korban Longsor di Tabulahan Mamasa, Berkali-kali Pindah Tetap Kena Longsor

Yuber Saleppang bercerita sesaat sebelum longsor hujan lebat mengguyur kampungnya.

Tribun Sulbar / Samuel Mesakaraeng
Yuber Saleppang, warga terdampak longsor di Desa Burana, Kecamatan Tabulahan 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Bencana alam di Desa Burana, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menyisakan cerita pilu bagi warga terdampak.

Meski tak ada korban jiwa, namun puluhan rumah, ternak dan puluhan hektar kebun serta persawahan terdampak banjir bandang dan longsor.

Itu setelah hujan lebat menggusur wilayah Kecamatan Tabulahan, pada Kamis (2/9/2021) sejak sore hingga dini hari itu.

Hujan lebat menyebabkan sungai kecil meluap ke pemukiman warga, hingga mengakibatkan sejumlah rumah warga nyaris terseret arus.

Di waktu bersamaan, longsor juga menimbun sejumlah rumah warga di sekitar desa itu.

Akibatnya, 67 rumah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Yuber Saleppang adalah salah satu korban.

Kepada Tribun-Sulbar.com, Yuber Saleppang bercerita, sesaat sebelum longsor, hujan lebat mengguyur kampungnya.

Sejak pukul 17.00 sore itu, hujan deras tak henti hingga dini hari.

Sekitar pukul 20.00 Wita, ia mendengar gemuruh reruntuhan dari atas tebing setinggi kurang lebih 15 meter.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Munawwarah Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved