Breaking News:

Arajang Kerajaan Binuang

Arajang Kerajaan Binuang ke-XVIII Gelar Prosesi Penyerahan Tahta dan Pengukuhan

Ir. Andi Irfan Mappaewang, sebagai penerima Tahta Arajang Binuang mengatakan, prosesi penyerahan tahta ini dilaksanakan dengan penuh pertimbangan.

ist/Tribun-Sulbar.com
Kerajaan Binuang di Polewali Mandar, menggelar proses penyerahan tahta dan pengukuhan arajang ke-XVIII. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kerajaan Binuang di Polewali Mandar, menggelar prosesi penyerahan tahta dan pengukuhan arajang ke-XVIII.

Kegiatan tersebut berjalan lancar, Sabtu 4 September 2021.

Penyerahan tahta dan pengkuhan tersebut, sebagai bentuk konservatisme dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur adat dalam tatanan kehidupan sosial.

Tahta Arajang Kerajaan Binuang ke-XVIII diserahkan dari H. Andi Mappaewang kepada putranya Ir. Andi Irfan Mappaewang, sebagai penerus Tahta Arajang Kerajaan Binuang ke XVIII.

Ir. Andi Irfan Mappaewang, sebagai penerima Tahta Arajang Binuang mengatakan, prosesi penyerahan tahta ini dilaksanakan dengan penuh pertimbangan.

"Salah satu faktor utamanya yaitu karena keterbatasan fisik dan usia dari Raja Binuang sebelumnya yang tak lain adalah ayahanda saya sendiri," kata Andi Irfan dikutip dalam rilis yang diterima Tribun-Sulbar.com, Minggu (4/9/2021).

"Hal mempertahankan adat istiadat didasari oleh kesadaran sebagai generasi penerus dari Arajang Kerajaan Binuang untuk tetap menjaga, serta melestarikan adat dan budaya Kerajaan Binuang yang selama ini kita kenal dalam bingkai persatuan yang nyata," sambungnya.

Sebagai pemegang Tahta Arajang Kerajaan Binuang ke XVIII, Andi Irfan menjelaskan, untuk menjaga dan melestarikan adat dan budaya di Kerajaan Binuang, dibutuhkan kekompakan.

Kemudian kerjasama antar lembaga adat, pemerintah daerah, dan masyarakat secara luas.

foto  bersama para perangkat adat kerajaan Binuang.
Kerajaan Binuang di Polewali Mandar, menggelar proses penyerahan tahta dan pengukuhan arajang ke-XVIII.

"Untuk itu sinergitas dalam segala aspek kehidupan harus lebih ditingkatkan di masa yang akan datang," ujarnya.

Dalam kegiatan yang sakral tersebut dihadiri langsung oleh Raja Binuang ke-XVII dan unsur Dewan Adat Tallu Bate.

Serta perangkat kerajaan Binuang lainnya hingga selesai kegiatan yang berlangsung hikmat.

"Prinsip dalam menjaga dan melesatarikan adat dan budaya ini tidak lepas dari nilai Sipakkatau, Sikale'bi, Sipaka inge'," tutur Andi Irfan.(*)

Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved