Breaking News:

Polres Majene

Jangan Sebar Berita Hoaks soal Vaksin, Kapolres Majene: Bisa Didenda hingga Rp 1 Miliar

"Masih ada ketakutan-ketakutan di masyarakat meskipun kita sudah sosialisasi," ujar AKBP Febryanto Siagian kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (4/9/2021).

Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian meminta masyarakat khususnya di Kabupaten Majene agar tidak terpengaruh informasi bohong soal vaksin.

AKBP Febryanto Siagian mengatakan, sejauh ini masih ada masyarakat yang takut untuk divaksin.

Salah satu penyebabnya karena informasi bohong soal bahaya vaksin.

"Masih ada ketakutan-ketakutan di masyarakat meskipun kita sudah sosialisasi," ujar AKBP Febryanto Siagian kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (4/9/2021).

Baca juga: Polres Polman Gelar Vaksinasi Keliling, Sasaran Ramaja Usia 13 Tahun

Baca juga: Meski Ada Kartu Deklarasi Sehat, dr Firdaus Tetap Periksa Suhu Tubuh Peserta SKD CPNS 2021

Bhabinkamtibmas juga sudah bergerak di seluruh desa maupun kelurahan se Kabupaten Majene mengajak masyarakat sadar akan vaksin.

"Cuma perlu waktu membentuk kesadaran dan pemahaman masyarakat," kata AKBP Febryanto Siagian.

Ia menegaskan, bagi pelaku penyebar kabar bohong terkait vaksin dan lainnya akan dikenai sanksi Undang-Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008.

UU ITE pasal 45A ayat (1) disebutkan, setiap orang yang sengaka menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik bisa dikenakan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar.

"Bagi pelaku penyebar kabar bohong akan didenda hingga Rp 1 miliar," ungkapnya.

Sebelumnya juga diberitakan, Polres Majene mengamankan Kepala Desa Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Usman.

Halaman
12
Penulis: Misbah Sabaruddin
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved