Breaking News:

Sekolah Tatap Muka

Disdikpora Mamuju Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka Pertengahan September

Ia mengatakan para kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah mengusulkan tatap muka terbatas.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Sekertaris Disdikpora Kabupaten Mamuju, Sulbar, Saharuddin, saat ditemui di kantor Disdikpora Mamuju, Jl Kurungan Bassi, Mamuju, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) akan gelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pertengahan September mendatang.

Pembelajaran tatap muka terbatas di Sulawesi Barat, sudah dua kabupaten melaksanakan yakni Mamasa dan Majene.

Namun di Mamuju ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, baru menjadwalkan pertengahan September.

Baca juga: SMPN 2 Mamuju Menunggu Kurikulum Darurat Buatan Disdikpora Mamuju

Baca juga: IGI Sulbar Sambut Baik Rencana Pemkab Mamuju Terapkan Kurikulum Darurat

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Disdikpora Mamuju, Saharuddin, Kamis (2/9/2021).

Ia mengatakan para kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah mengusulkan tatap muka terbatas.

Ada 300 SD dan 63 SMP tersebar di 11 kecamatan, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

"Kami sudah rapat dengan jajaran kepala sekolah, kita sepakati pertengahan September bulan ini dilaksanakan sekolah tatap muka terbatas," Saharuddin, saat ditemui di kantor Disdikpora Mamuju, Jl Kurungan Bassi, Mamuju, Kamis (2/9/2021).

Lanjut Saharuddin, pihanya akan meminta izin ke satuan tugas Covid-19 Pemkab Mamuju.

"Kita akan minta data tingkat penyebaran Covid-19 per kecamatan, jadi kecamatan yang rendah kasus Covid-19 itu bisa tatap muka" terang Saharuddin.

Ia juga mengatakan akan mengkaji lebih dalam mekanisme pembelajaran tatap muka per kecamatan yang renda kasus Covid-19.

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju, Hj Murniani
Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju, Hj Murniani (Ist/Tribun-Sulbar.com)

Sementara itu, mengenai perkembangan kurikulum darurat yang di gagas Disdikpora Mamuju sudah dalam proses tahap akhir.

"Implementasi kurikulum darurat bersamaan dengan pembelajaran tatap muka" pungkasnya.

Sebab lanjut Saharuddin, pembelajaran tatap muka, waktu durasi belajar akan dikurangi.

"Jadi sangat sesuai dengan kurikulum darurat yang saat ini digagas Disdikpora Mamuju," tuturnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved