Breaking News:

Polres Majene

Diduga Sebar Informasi Bohong Soal Vaksin, Kades Buttu Pamboang Majene Diciduk Polisi

Kasus itu bermula saat ia membagian konten yang membahas bahaya vaksin di sebuah grup Whatsapp.

Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Kepala Desa Buttu Pamboang Usman (baju merah muda abu-abu) diciduk polisi atas dugaan kasus penyebaran informasi bohong terkait vaksin. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kepala Desa Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Usman, terpaksa harus berurusan dengan kepolisian.

Usman diciduk polisi atas dugaan kasus penyebaran informasi bohong terkait vaksin.

Kasus itu bermula saat ia membagian konten yang membahas bahaya vaksin di sebuah grup Whatsapp.

Baca juga: Gelapkan Uang Tagihan Perusahaan Rp 200 Juta, Pasutri di Polman Terancam 5 Tahun Penjara

Baca juga: Rudapaksa Anak di Bawah Umur, Pria Onang Majene Terancam 15 Tahun Penjara

Grup Whatsapp itu merupakan grup yang dibuat Pemerintah Kecamatan Pamboang sebagai Tim Gabungan Penanganan Covid-19.

Di dalam grup itu, ada beberapa dokter dan perawat.

Usman mengaku, antara percaya atau tidak terkait penjelasan yang ada di konten tersebut.

Usman lalu membagikan konten ke grup kecamatan untuk meminta penjelasan lebih jelas.

"Konten itu bersifat provokatif (menghasut) masyarakat agar tidak mengikuti program vaksinasi Covid-19," ujar Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (2/9/2021).

Menurut keterangan Polres Majene, Usman juga dilaporkan kerap membahas bahaya vaksin hingga menimbulkan kematian di beberapa kegiatan desa.

Akibatnya, banyak masyarakat yang takut untuk divaksin.

Halaman
12
Penulis: Misbah Sabaruddin
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved