Breaking News:

Minta Pemerintah Lanjutkan Bantuan untuk UMKM Tahun Depan, LNM: Harus Tepat Sasaran

Dia menganggap bantuan ini sangat berdampak signifikan bagi pelaku UMKM di tengah kesulitan ekonomi dalam negeri akibat efek pandemi Covid-19

Handover
Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti 

TRIBUN-SULBAR.COM - Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti (LNM) meminta program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) tetap berlanjut pada 2022 mendatang.

Hal ini diungkapkan La Nyalla karena hingga kini belum ada kepastian, apakah program yang sudah berjalan pada 2020 dan 2021 itu akan berlanjut atau tidak.

Sejauh ini pemerintah telah menyalurkan BLT UMKM Rp28,8 triliun di 2020 dan Rp15,36 triliun di 2021.

Hingga Juni 2021 penyalurannya sudah mencapai Rp11,76 triliun ke 9,8 juta pelaku UMKM.

Dia menganggap bantuan ini sangat berdampak signifikan bagi pelaku UMKM di tengah kesulitan ekonomi dalam negeri akibat efek pandemi Covid-19.

Menurutnya, para pelaku UMKM termasuk kelompok rentan dalam mengelola usahanya sehari-hari, sehingga butuh bantuan.

"Bahkan banyak yang kehabisan modal untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Makanya kita berharap program BPUM dari Kemenkop dan UKM itu masuk pada penganggaran tahun 2022. Mengingat kondisi ekonomi tahun depan diperkirakan belum berjalan dengan baik," kata La Nyalla, Rabu (1/9/2021) dikutip dari rilis yang diterima.

Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan komitmen pemerintah agar terus melanjutkan berbagai program insentif lainnya.

Demi melindungi kelangsungan bisnis UMKM maupun sektor lainnya.

Misalnya program Subsidi Bunga,

Kemudian Penempatan Dana Pemerintah ke Bank Umum, Penjaminan Kredit Modal Kerja, hingga pemberian PPh final bagi UMKM yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.

"Dan yang lebih penting adalah bantuan ini harus tepat sasaran, " ia menambahkan. (*)

Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved