Rabu, 15 April 2026

KONI Sulbar

Besan ABM, Pengurus KONI Sulbar Pertama dan Kedua Juga Diisi Pejabat

“Sasarannya jangan langsung Ketua KONI Sulbar, karena sudah ada pejabat mengisi pengurus KONI sebelumnya,” ujarnya.

Tayang:
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Besan ABM, Pengurus KONI Sulbar Pertama dan Kedua Juga Diisi Pejabat
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Anggota DPRD Sulbar Syahrir Hamdani 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Anggota DPRD Sulbar, Syahrir Hamdani, ikut komentari penetapan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulbar.

Penetapan ABM sebagai Ketua KONI Sulbar dipersoalkan banyak pihak, dianggap menyalahi aturan.

Legislator Gerindra tersebut, mengapresiasi langkah diambil Mantan Sekertaris KONI Sulbar, Hasrat Lukman, mempersoalkan penetapan ABM sebagai Ketua KONI Sulbar.

Namun, kata dia, perlu diingat sejak kepengurusan KONI periode pertama sampai kedua sudah diisi pejabat.

"Bahkan ada kepala Dinas dan tokoh politik mengisi kepengurusan KONI Sulbar. Apalagi dia sekretaris dulu seharusnya diprotes memang," kata Syahrir, Sabtu (28/8/2021).

Lanjutnya, penyelenggara musyawarah adalah karateker KONI yakni pengurus pusat.

“Sasarannya jangan langsung Ketua KONI Sulbar, karena sudah ada pejabat mengisi pengurus KONI sebelumnya,” ujarnya.

Dia menilai, ada pembohongan publik sebenarnya dilakukan Hasrat.

"Awal-awal kan dia merasa didukung 5 KONI Kabupaten. Padahal saya punya data rekomemdasi KONI Pasangkayu tanggal 16 Juli 2021, diberikan setelah Musda," bebernya.

Sehingga, Syahrir mempertanyakan langkah Hasrat sebab KONI pusat sudah ambil alih Musprov yang tertunda.

"Supaya berimbang ini sasarannya harus pusat karena keputusan itu dari sana. Kedua mereka harus ingat ada pejabat sebelumnya pengurus KONI," unkapnya.

Dikatakan, sejak awal ABM tidak pernah berniat jadi Ketua KONI.

Tapi banyak persoalan di KONI sehingga kehadirannya diharapkan bisa memberikan solusi.

Baik segi penganggaran dan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

"Mana cukup itu Rp 3,2 miliar anggaran dipakai di PON. Tanpa bantuan itu, KONI mau cari dimana anggaran pengusaha saja tidal ada mau membantu," tuturnya.

Apalagi, menurut besan ABM ini, Sulbar selalu berada di urutan akhir di pelaksanaan PON.

"Ini yang coba kita pikirkan dan berbuat agar bisa meningkatkan potensi olahraga di Sulbar," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved