Minggu, 19 April 2026

Sekolah Tatap Muka

Pekan Depan Sekolah di Mamasa Mulai Belajar Tatap Muka Terbatas

Selain pembatasan waktu belajar, jumlah peserta didik juga dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Tayang:
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Pekan Depan Sekolah di Mamasa Mulai Belajar Tatap Muka Terbatas
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Muhammad Syukur 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), berencana menerapkan kembali sekolah tatap muka.

Sekolah tatap muka terbatas, rencananya dimulai pada Senin (30/8/2021) mendatang.

Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Muhammad Syukur, Jumat (27/8/2021).

Baca juga: Ketua IGI Mamuju Dorong Pemerintah Segerakan Sekolah Tatap Muka

Baca juga: Disdik Sulbar Belum Jadwalkan PTM, Gufran: Siswa Belum Vaksin

Muhammad Syukur menjelaskan, sekolah tatap muka ini sejalan diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Mamasa.

Dia menyampaikan, sekolah tatap muka terbatas tidak baru kali ini dilakukan.

Beberapa sekolah sebelumnya, telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

Secara teknis, durasi pembelajaran tatap muka, setiap harinya dibatasi antara 3 hingga 4 jam.

Selain pembatasan waktu belajar, jumlah peserta didik juga dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas ruang kelas.

Menurutnya, meja belajar peserta didik harus berjarak 1,5 meter antara satu dengan yang lain.

Sementara materi pembelajaran, diberikan kepada peserta didik, hanya materi esensial.

"Hal itu dilakukan, agar proses belajar dapat berjalan dengan protokol kesehatan ketat," ucap Muhammad Syukur.

Muhammad Syukur menambahkan, guna menghindari kluster penularan Covid-19, mekanisme pembelajaran diperketat.

"Nantinya betul-betul dibatasi supaya tidak terjadi kerumunan," lanjut Muhammad Syukur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Muhammad Syukur
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamasa, Muhammad Syukur (Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng)

Ia tak menampik, meski di tengah pandemi Covid-19, di beberapa sekolah khususnya di pedalaman, telah menjalankan proses belajar secara terbatas.

Namun, bagi sekolah di wilayah Kota Mamasa, wajib mengikuti anjuran pemerintah.

Sebab di pusat kota, ujar dia, rentan terjadi kerumunan.

Dia berharap, belajar tatap muka nantinya tetap mengikuti protokol kesehatan

"Dengan begitu, pembelajaran tatap muka bisa berlanjut terus," ujarnya.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Semuel Mesakaraeng

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved