Basarnas Mamuju
Pencarian Penumpang KM Prince Soya Jatuh di Perairan Majene Terkendala Cuaca
Fathur mengatakan, selama proses pencarian, Tim SAR terkendala gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan Majene.
Penulis: Nasiha | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Tim-SAR-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Pencarian penumpang Kapal Motor (KM) Prince Soya yang jatuh di sekitar Perairan Majene terkendala cuaca buruk.
Hal ini diungkapkan oleh Komandan Operasi Tim SAR Mamuju M Fathur Rahman.
Fathur mengatakan, selama proses pencarian, Tim SAR terkendala gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan Majene.
Baca juga: Penumpang Kapal KM Prince Soya Asal Luwu Dilaporkan Tenggelam di Perairan Majene
Baca juga: Hasil Pencarian Penumpang KM Prince Soya di Perairan Majene Masih Nihil
"Hanya kendala faktor cuaca saja," ujar M Fathur kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (25/8/2021).
Sementara, hingga pukul 14.00 Wita, hasil pencarian masih nihil.
Sebelumnya diberitakan, satu penumpang KM Prince Soya rute Samarinda - Parepare dikabarkan jatuh di sekitar perairan Kabupaten Majene.
Penumpang itu bernama Baso (46) asal Lompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Pria itu dikabarkan jatuh dari KM Prince Soya rute Samarinda-Parapare, Senin (23/8/2021) sekitar pukul 15.25 Wita.
Hal itu dibenarkan oleh dua saksi yang saat itu berada di anjungan kapal.
Kedua saksi itu bernama Kasman (26) dan Zainal (34).
Sesaat setelah kejadian, KM Prince Soya sempat mencari dengan memutar 3 kali di sekitar lokasi jatuhnya pria itu.
Namun, tidak ditemukan.
KM Prince Soya akhirnya melanjutkan pelayaran.
Tim Basarnas Mamuju melakukan pencarian di sekitar perairan Barane Majene.
Bersama BPBD Majene, Polres Majene, Syahbandar Majene dan masyarakat setempat. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin