Breaking News:

Kasus Kematian Meningkat, Bupati Polman Tambah 1 Hektare Lahan Pemakaman Khusus Covid-19

"Saya sudah kasih tugas dua camat untuk mencari tanah pemakaman khusus Covid-19," ujar Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar.

Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Proses pemakaman jenazah Covid-19 di Wonomulyo, Polman, Selasa (24/8/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Kasus kematian akibat virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terus bertambah.

Hari ini, Selasa (24/8/2021) dilaporkan satu pasien Covid-19 asal Wonomulyo, Polman meninggal dunia.

Tingginya kasus kematian ini membuat Pemerintah Polman berinisiatif untuk mencari lahan pekuburan khusus untuk pemakaman jenazah Covid-19.

Lahan ini juga disiapkan untuk mengantisipasi penolakan warga terhadap pemakaman jenazah Covid-19 di kampung halamannya.

Baca juga: Update Covid-19 Sulbar Selasa 24 Agustus 2021: 103 Positif dan 11 Meniggal Dunia

Baca juga: Pria Tak Diketahui Keluarganya Meninggal di RSUD Majene, Dimakamkan di TPU Garogo

"Saya sudah kasih tugas dua camat untuk mencari tanah pemakaman khusus Covid-19," ujar Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar.

Saudara kandung Gubernur Sulawesi Barat, Andi Ali Baal Masdar itu mengaku kesulitan mencari lahan pemakanan jenazah Covid-19 .

Alasannya banyak warga menolak lahannya dijadikan tempat pemakaman.

"Kalau yang dekat ada, tapi kita mau mencari lokasi yang jauh, supaya tidak ada penolakan ke depannya," paparnya.

Kendati demikian, AIM akronim orang nomor satu di Polman tersebut berjanji dalam waktu dekat ini sudah mendapatkan lahan tersebut .

Lahan disediakan sekitar satu hektare.

"Sebenarnya sudah kemarin di dapat tapi aksesnya susah masuk karena menyeberangi sungai," tuturnya.

AIM tidak menampik jika kasus kematian pasien Covid-19 di Polman merupakan yang tertinggi di Sulbar. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved