Breaking News:

Andai Pandemi COVID-19 Bisa Dikendalikan, Menkeu Sri Mulyani Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5%

Sri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua tahun 2021 mencapai 7,07 persen (yoy), menunjukkan pemulihan ekonomi kuat

Kemenkeu.go.id
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pertumbuhan ekonomi 5,0 hingga 5,5 persen pada 2022 mendatang bisa tercapai jika penyebaran Covid-29 dapat ditekan.

Termasuk penanganan juga harus maksimal.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR RI pembahasan Rancangan Undang- Undang (RUU), Selasa (24/8/2021).

Sri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua tahun 2021 mencapai 7,07 persen (yoy), menunjukkan pemulihan ekonomi kuat dan dapat dicapai apabila Covid-19 dapat dikendalikan.

“Peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi pada pertengahan tahun 2021 melalui varian Delta menjadi pelajaran yang sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus waspada,

"Semakin memperkuat upaya pengendalian kasus penularan Covid- 19 sehingga momentum pemulihan ekonomi dan kembalinya kesejahteraan masyarakat tetap dapat terjaga,” ujar Menkeu dikutip dari laman resmi kemenkeu.go.id.

Pemerintah memiliki optimisme supaya akselerasi pemulihan ekonomi tetap terjaga di tahun 2022.

Optimisme tersebut tentu sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi global dan perdagangan dunia.

Serta kecepatan pemulihan antarnegara yang telah mampu mengendalikan kasus Covid-19, termasuk kecepatan dan akses pelaksanaan vaksinasi, serta adaptasi kebiasaan baru di semua negara.

“Perluasan vaksinasi dan penanganan pandemi yang semakin baik di Indonesia, juga di berbagai negara di dunia akan diharapkan meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan dunia,” tambahnya.

Momentum pemulihan akan memberikan dasar untuk optimisme pemerintah dan juga di dalam terus meningkatkan langkah-langkah di dalam mendorong kembali, baik dari sisi permintaan maupun suplai.

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk menggunakan APBN sebagai instrumen meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong akses maupun kualitas kebutuhan dasar rakyat.

Semua itu bisa dilakukan melalui fasilitas kesehatan, pendidikan, serta memperkuat jaring pengaman sosial dan perlindungan sosial. (*)

Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved