Breaking News:

Kurikulum Darurat

Pulihkan Motivasi Siswa, Disdikpora Mamuju Luncurkan Kurikulum Darurat

Kasi Kepemudaan Disdikpora Mamuju, Haedar Harun mengatakan, kurikulum darurat itu bagian dari strategi untuk meningkatkan semangat belajar siswa.

Ist/Tribun-Sulbar.com
Kasi Kepemudaan Diskpora Kabupaten Mamuju, Haedar Harun 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Kabupaten Mamuju melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) membuat kurikulum darurat.

Kurikulum darurat adalah kurikulum untuk mengantisipasi learning loss (hilangnya kesempatan belajar siswa).

Hal ini dibuat karena situasi dan kondisi pendidikan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) di tengah pandemi Covid-19.

Dimana, hilangnya motivasi belajar peserta didik dan kompetensi peserta didik akibat sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) di masa pandemi Covid-19.

Siswa SDN Tampa Padang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, sedang mengikuti proses belajar di rumah.
Siswa SDN Tampa Padang, Kecamatan Kalukku, Mamuju, sedang mengikuti proses belajar di rumah. (Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman)

Sehingga Disdikpora Mamuju membuat trobosan baru yaitu kurikulum darurat.

Kasi Kepemudaan Disdikpora Mamuju, Haedar Harun mengatakan, kurikulum darurat itu bagian dari strategi untuk meningkatkan semangat belajar siswa.

"Dengan program ini kita bisa memulihkan motivasi anak untuk tetap kembali sekolah, memulihkan orang tua untuk tetap menuntun anaknya tetap belajar," bebernya.

Lebih lanjut Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tomakaka Mamuju itu mengungkapkan, Disdikpora Mamuju sudah membentuk 26 tim fasiltaor yang akan turun ke sekolah.

"Jadi 26 tim fasilitator itu turun ke sekolah-sekolah untuk mengajar karena memang hari ini butuh kurikulum darurat," ungkapnya kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (18/8/2021).

Baca juga: IGI Sulbar Sambut Baik Rencana Pemkab Mamuju Terapkan Kurikulum Darurat

Baca juga: Pastikan Tepat Sasaran, Polisi Kawal Penyaluran Bantuan Beras PPKM di Desa Kunyi Polman

Haedar menambahkan, untuk target sekolah di tahun pertama sebanyak 78 sekolah terdiri dari sekolah negeri dan sekolah swasta yang ada di kabupaten Mamuju.

"Untuk tahun pertama kita target 78 sekolah dari sekolah negeri hingga swasta, yang dibawa kementrian pendidikan dan kementrian agama akan kita Cover semua", ujarnya.

"Alhamdulillah untuk saat ini sudah ada tim mulai jalan ke sekolah-sekolah untuk memberikan pengajaran terkait dengan aman bencana", sambungnya (*).

Laporan Wartawan Abd Rahman Tribun-Sulbar.com

Penulis: Abd Rahman
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved