Breaking News:

Kisah Penjual Bendera

Kisah Mas Bazor, Tinggalkan Keluarga di Jawa Jualan Bendera di Mamasa Demi Sesuap Nasi

Kepada Tribun-Sulbar.com, Bazor bercerita bahwa dia telah lama meninggalkan istri dan tiga anaknya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Mas Bazor Kalam, warga asal Garut berjualan bendera di Mamasa demi hidupi keluarga 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, memang identik dengan bendera dan umbul-umbul.

Hampir setiap daerah di sudut-sudut kota, dihiasi umbul-umbul dan bendera merah putih menjelang perayaan tujuh belasan.

Termasuk Kabupaten Mamasa. Kabupaten yang berada di wilayah tenggara Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Baca juga: Tahun Depan Pemprov Sulbar Bangun Terminal Tipe C di Mamasa

Baca juga: Dinkes Mamasa Distribusikan Vaksin Moderna untuk Nakes di 17 Kecamatan

Menjelang perayaan hari kemerdekaan, warga mulai memasang bendera dan umbul-umbul di depan rumah.

Tak hanya di depan rumah. Bahkan di kantor-kantor, juga ramai terlihat umbul-umbul terpajang di depan pagar.

Suasana ini dimanfaatkan Mas Bazor Kalam, berjualan bendera dan umbul-umbul.

Namun, masa pandemi Covid-19 tak menjadikan Mas Bazor raup keuntungan banyak.

Dia bahkan mengeluh karena barangnya tak terjual habis.

Masa Bazor Kalam
Mas Bazor Kalam, warga asal Garut berjualan bendera di Mamasa demi hidupi keluarga

Kepada Tribun-Sulbar.com, Bazor bercerita bahwa dia telah lama meninggalkan istri dan tiga anaknya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hany demi mencari rezeki atau sesuap nasi untuk keluarga.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Nurhadi Hasbi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved