Breaking News:

Pemprov Sulbar

Sekprov Sulbar Laporkan Perkembangan Penerapan PPKM ke Kemenko Perekonomian

"Kita melakukan intervensi berbasis kabupaten, melalui pelibatan TNI-Polri dan dukungan seluruh unsur Forkopimda," tuturnya.

Penulis: Nurhadi Hasbi | Editor: Hasrul Rusdi
Nurhadi Hasbi/Tribun-Sulbar.com
Sekprov Sulbar Muhammad Idris ikuti rapat monitoring dan evaluasi penerapan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Sulawesi via zoom, Jumat (13/8/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Muhammad Idris, ikuti rapat monitoring dan evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Sulawesi via zoom, Jumat (13/8/2021).

Rapat dipimpin Deputi II Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mushdalifah tutut dihadiri juru bicara Satgas Covido19 Sulbar, Safaruddin Sanusi DM dan Kasi Surveilans Dinkes, Emilda.

Muhammad Idris menyampaikan, kondisi penyebaran Covid-19 di Sulbar masih terus mengalami peningkatan di tengan PPKM.

Satgas Covid-19 Kelurahan Karema Bagi-bagi Masker di Kompleks Pasar Baru, Jumat (13/8/2021).
Satgas Covid-19 Kelurahan Karema Bagi-bagi Masker di Kompleks Pasar Baru, Jumat (13/8/2021). (Abd Rahman/Tribun-Sulbar.com)

"Inilah yang membuat kami semakin tertekan, apalagi hanya ada dua rumah sakit secara continue memberikan pelayanan khusus pasien Covid-19," katanya.

Apalagi, rumah sakit regional kurang maksimal karena masih konsep rumah sakit lapangan, sebab gedung rumah sakit milik pemerintah provinsi itu rusak akibat gempa bumu 15 Januari 2021 lalu.

Mantan Kepala LAN Makassar itu menurutkan, membangun strategi dalam rangka menerjemahkan Inmendagri PPKM berbasis kabupaten.

"Kita melakukan intervensi berbasis kabupaten, melalui pelibatan TNI-Polri dan dukungan seluruh unsur Forkopimda," tuturnya.

Idris mengungkapkan, kendala utama lainnya dalam penanganan pasien Covid-19 sekarang adalah keterbatasan oksigen.

"Ini sangat menjadi kendala, kami harus menjemput sendiri ke Kota Pare-pare, Sulsel, dengan waktu tempuh rata-rata 16 jam pulang pergi," pungkasnya.

Baca juga: Pemprov Anggarkan Rp 8,6 M Bangun Kolam Renang, DPRD Sulbar Ungkit Dana Hibah

Baca juga: Jasa Raharja Mamuju Berikan Santunan untuk Keluarga Mahasiswi Korban Lakalantas, Rp 50 Juta

Lanjut Idris, saat ini Pemprov Sulbar dalam proses rehabilitasi bangunan rumah sakit lama untuk menjadi rumah sakit Covid-19.

"Kami mendapat dukungan dari BNPB. Seharusnya sudah rampung Agustus, tapi kelihatannya September baru selesai,"ucapnya.

Dia menyampaikan, positif kasus terkonfirmasi di Sulbar saat ini sudah hampir mencapai 10 ribu kasus, yakni 9.977 kasus dengan total meningga dunia 212 orang.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved