Rabu, 13 Mei 2026

Masjid Raya Suhada

Rekonstruksi Masjid Raya Suhada Mamuju Mulai Dikerjakan

Rekonstruksi masjid yang memilik empat menara setinggi 75 meter itu, ditangani secara reguler atau melalui proses lelang.

Tayang:
Penulis: Nurhadi Hasbi | Editor: Hasrul Rusdi
zoom-inlihat foto Rekonstruksi Masjid Raya Suhada Mamuju Mulai Dikerjakan
Tribun-Sulbar.com/Nurhadi Hasbi
Kondisi terkini Masjid Raya Suhada Mamuju. Proses rekonstruksi sudah dimulai, bagian atap dan kubah sudah dibongkar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Masjid Raya Suhada Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai proses rekonstruksi.

Masjid berlantai dua tersebut, merupakan salah satu bangunan rusak berat akibat gempa bumi magnitudo 6,2 SR melanda Mamuju 15 Januari 2021 lalu.

Letaknya tepat di pusat Kota Mamuju, Jalan AP Pettarani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Kamis (12/8/2021) pekerja mulai melakukan pembongkaran bagian atap dan kubah.

Kondisi terkini Masjid Raya Suhada Mamuju. Proses rekonstruksi sudah dimulai, bagian atap dan kubah sudah dibongkar.
Kondisi terkini Masjid Raya Suhada Mamuju. Proses rekonstruksi sudah dimulai, bagian atap dan kubah sudah dibongkar. (Tribun-Sulbar.com/Nurhadi Hasbi)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar, M Aksan Muin, mengatakan, pengerjaan Masjid Raya Suhada Mamuju ditangani langsung Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

"Sekarang sementara dikerjakan, ditangani langsung kementerian PUPR," kata Aksan.

Rekonstruksi masjid yang memilik empat menara setinggi 75 meter itu, ditangani secara reguler atau melalui proses lelang.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribun-Sulbar.com, dari Balai Prasarana Pemukiman Sulbar dari 247 bangunan rusak akibat gempa di Sulbar 96 ditangani langsung PUPR.

Baca juga: Mamuju Zona Merah! Resiko Tinggi Penularan Covid-19 dengan 9.856 Kasus

Baca juga: PPKM Level 3, Pemkab Polman Intruksikan Pembentukan Posko Covid-19 hingga Tingkat Desa

Dari 96 bangunan tersebut, 90 dikerjakan dengan model penanganan darurat.

Sementara enam unit bangunan lainnya di tangani secara reguler atau melalui proses lelang. Termasuk Masjid Raya Suhada Mamuju.

Rekonstruksi Masjid Raya Suhada Mamuju dikerjakan PT Hutama Karya.

Tentang Masjid Raya Suhada Mamuju

Masjid Raya Suhada Mamuju dibangun di era kepemimpinan H Suhardi Duka sebagai Bupati Mamuju.

Resmi digunakan pada Bulan Ramadhan 2009.

Masjid ini memiliki 4 menara setinggi 75 meter.

Baca juga: Lanal Mamuju Gelar Donor Darah Plasma Konvalesen & Donor Darah, Target 100 Kantong

Baca juga: PPKM Level 3, Pemkab Polman Intruksikan Pembentukan Posko Covid-19 hingga Tingkat Desa

Bangunan Masjid Raya Suhada Mamuju cukup besar dan dapat menampung lebih dari 10.000 jamaah.

Terdapat dua lantai pada bangunan masjid tersebut.

Lantai pertama digunakan untuk berbagai fasilitas pendukung, seperti perpustakaan, Taman Pendidikan Alquran (TPA), Islamic Centre, tempat wudhu, dan sebagai tempat untuk pelaksanaan acara-acara keagamaan.

Sedangkan untuk tempat sholat berjamaah disediakan ruang yang luas di lantai kedua.

Kubah masjid yang berjumlah tujuh buah merepresentasikan tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi.

Di bawah kubah induk tertera 25 nama nabi dan rasul.

Nama-nama ini dibuat dari bahan kaca patri.

Masjid ini memiliki 33 anak tangga di tiga penjurunya.

Jumlah 99 anak tangga tersebut memberi makna jumlah tasbih.

Hal yang istimewa di Masjid Raya Suhada Mamuju adalah terdapatnya kaligrafi yang terbuat dari emas murni dengan kandungan 22 karat yang diletakkan di atas mimbar.

Kaligrafi yang bertuliskan “Allah” dan “Muhammad” itu memiliki diameter sekitar 170 cm.

Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi umat Islam di Kota Mamuju.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved