Breaking News:

Dana Desa

Kasus Dugaan Korupsi Kades Salarindu Masih Tahap Penyelidikan di Kejari Mamasa

"Ada banyak kegiatannya. Ada dana penanganan Covid-19, honor tenaga guru, imam masjid dan honor aparat desa," ungkap Andi Dharman

Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng
Kepala Seksi Intelijen Kejari Mamasa, Andi Dharman 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sejak Oktober 2020, Kepala Desa Salurindu, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Sulbar, dinonaktifkan.

Sejak dinonaktifkan, jabatan Kepala Desa Salurindu dipegang Camat Buntu Malangka.

Alasan dinonaktifkannya Kades Salurindu cukup beralasan.

Dia dinonaktifkan karena diduga menyalahgunakan dana desa tahun anggaran 2019 dan 2020.

Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa.

Baca juga: Inspektorat Mamasa Benarkan Kades Botteng Korupsi Dana Desa Rp 271 Juta

Kondisi jalan penghubung Kecamatan Mehalaan Mamasa Sulbar
Kondisi jalan penghubung Kecamatan Mehalaan Mamasa Sulbar (Tribun Sulbar / Samuel Mesakaraeng)

Kepala Seksi Intelijen Kejari Mamasa, Andi Dharman, mengatakan kasus itu masih proses penyelidikan Seksi Pidana Khusus.

Kepala Desa Salurindu R (inisial), kata dia terindikasi korupsi dana desa terkait beberapa item kegiatan dengan laporan fiktif.

"Ada banyak kegiatannya. Ada dana penanganan Covid-19, honor tenaga guru, imam masjid dan honor aparat desa," ungkap Andi Dharman, Rabu (11/8/2021).

Dia menyebut, dari kegiatan itu, Kades Salurindu merugikan negara kurang lebih sebesar Rp. 191 juta.

Kades Salurindu menurutnya, sudah diberi waktu mengembalikan kerugian negara.

Namun tidak ada upaya pengembalian sehingga kasus ini dilanjutkan.

"Kasus ini sudah saya tingkatkan ke penyelidikan tindak pidana khusus," tandasnya.

Kata dia, sejak kasus ini mulai terkuak, Kades Salurindu dinonaktifkan.

Laporan wartawan: Tribun-Sulbar.com Semuel Mesakaraeng

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved