BPBD Sulbar

INI Kecanggihan Dua Alat Pendeteksi Peringatan Gempa dan Tsunami BNPB Sulbar

Alat ini merupakan bantuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai deteksi dini penerima peringatan

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) kini memikiki alat Warning Receiver System (WRS) dan Early Warning System (EWS). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) kini memikiki alat alat Warning Receiver System (WRS) dan Early Warning System (EWS).

Alat ini merupakan bantuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai deteksi dini penerima peringatan.

WRS dan EWS berfungsi sebagai sistem penerima peringatan dini informasi gempa bumi dan tsunami.

Kedua alat ini memiliki kecanggihan masing-masing.

Baca juga: BPBD Sulbar Kini Miliki Alat Deteksi Dini Peringatan Gempa Bumi dan Tsunami

Baca juga: Selama Pandemi, Jumlah Penumpang Menurun Hingga 50% di Terminal Tipe A Simbuang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) kini memikiki alat Warning Receiver System (WRS) dan Early Warning System (EWS).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) kini memikiki alat Warning Receiver System (WRS) dan Early Warning System (EWS). (Tribun-Sulbar.com/Habluddin)

EWS akan mendeteksi jika ada gerakan dan kemudian akan diteruskan terhadap masyarakat melalui pasan SMS gateway.

Serta akan diterangkan besaran serta dampak yang ditimbulkan gempa bumi.

"Kalau ada keterangan akab terjadi tsunami maka akan dikabarkan melalui layar monitor dan diteruskan lewat SMS gateway," kata Kasi Pencegahan dan Sebagai Komandan Pusat pengendali informasi dan operasi BNPB Sulbar Suwandi, Rabu (11/8/2021).

Lebih lanjut dikatakan alat EWS bisa juga didapatkan keterangan dari layar monitor peringatan jika terjadi tsunami.

Sementara, WRS lebih terperinci dan akuntabel daripada EWS.

"Alat WRS lebih merasionalkan seperti data seismologinya lebih dijelaskan lebih detail dan langsung dikirim ke balai. Jadi nanti pihak balai yang merilis data seismonya demikian," beber Suwandi.

Biasanya kalau gempa terjadi dengan skala kekuatan 5 SR keatas akan didapat oleh EWS, sedangkan WRS skala rendah bisa dibaca sampai ke skala besar.

"Ada dua personil satu akun dan satu orang pemegang sandi. Karena dia berbasis terpadu dan satu server," ungkap Suwandi..

Baca juga: BPBD Sulbar Kini Miliki Alat Deteksi Dini Peringatan Gempa Bumi dan Tsunami

Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid
Kepala BPBD Sulbar, Darno Majid (Tribun-Sulbar.com/Habluddin)

Alat WRS dan EWS bisa sampai deteksi ke seluruh wilayah indonesia.

Secara konteks darurat BNPB Sulbar memiliki wewenang memberikan informasi kepada masyarakat.

"Kita sediakan website inarisk segala informasi bisa diakses masyarakat. Jadi ini semua dilakukan merupakan mitigasi dini," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved