Festival Kota Tua Majene
Menara Suar Cape Mandar, Bangunan Peninggalan Belanda Berusia 1 Abad
Hingga kini peninggalan kolonial belanda ini masih terawat dengan baik dan digunakan sebagai Distrik Navigasi kelas 1 Makassar
Penulis: Ilham Mulyawan | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Menara-Suar-Cape-Makassar-terekam-menggunakan-kamera-drone.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Image kota tua di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat melekat sangat kental.
Mengingat di wilayah yang dijuluki Bumi Assamalewuang itu memiliki banyak sekali bangunan, dan benda bersejarah.
Semuanya tersebar di beberapa titik area di dalam kota, sedangkan benda bersejarah tersimpan rapi di Museum Mandar Majene.
Salah satunya Menara Suar Cape Mandar yang berada di atas bukit Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggai, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).
Tepat berada di atas bukit.
Dibangun oleh kolonial belanda lebih dari satu abad, atau 100 tahun lalu.
Hingga kini peninggalan kolonial belanda ini masih terawat dengan baik dan digunakan sebagai Distrik Navigasi kelas 1 Makassar di bawah naungan Kementerian Perhubungan.
Tetapi, menara yang ada saat ini bukan konstruksi asli seperti satu abad lalu.
Hanya rumah penjaga lampu dan kolam-kolam air yang terletak di sudut bangunan rumah kayu itulah yang masih terhitung bangunan asli, yang dibangun belanda ratusan tahun lalu tersebut.
Tetapi rumah kayu itu sudah tidak ditinggali dan hanya dibiarkan kosong hingga saat ini.
Menara ini juga masuk dalam rangkaian visitasi, atau kunjungan wisata dalam gelaran Festival Kota Tua Majene setiap tahun. (*)