Festival Kota tua Majene
Ali Baal Masdar Ingin Majene Jadi Wisata Pendidikan
Ia berharap, melalui festival ini, pemerintah provinsi dapat menjadikan Majene sebagai tempat wisata pendidikan para pelajar, mahasiswa dan masyarakat
Penulis: Nasiha | Editor: Nurhadi Hasbi
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Festival Kota tua Majene, resmi dibuka Menteri Pariwisata Sandiaga Salahuddin Uno, Jumat (6/8/2021).
Sandiaga membuka Festival Kota Tua Majene secara virtual.
Pembukaan juga dihadiri secara langsung Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM)
Baca juga: Menteri Pariwisata Sandiaga Uno Terpukau Saksikan Tarian To Sumombal
Baca juga: Pakai Sepeda Onthel, Menteri Sandiaga Uno Bonceng ABM di Festival Kota Tua Majene
Ali Baal menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Festival Kota Tua Majene.
Mantan Bupati Polewali Mandar itu mengatakan, festival ini sebagai bentuk perhatian dan penghargaan terhadap peninggalan masa lalu untuk pencerahan masa kini dan masa depan.
"Kita tahu Sulbar letaknya sangat strategis. Kondisi geografis terdiri dari wilayah dataran tinggi, rendah, pesisir dan lautan memiliki aneka daya tarik sebagai potensi wisata," kata ABM
Salah satu potensi yang didorong adalah keanekaragaman budaya yang memiliki sejarah panjang.
Mulai masa kerajaan sampai pemerintahan Belanda di Majene sebagai salah satu daerah yang sejak awal didesain oleh pemerintah Belanda sebagai pusat Afdeling Mandar.
"Menyebut Majene sebagai kota tua sangat tepat," ujarnya.
Ia berharap, melalui festival ini, Pemerintah Provinsi Sulbar dapat menjadikan Majene sebagai tempat wisata pendidikan para pelajar, mahasiswa dan masyarakat.
Menurutnya, sudah saatnya dipikirkan program tiap sekolah mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi untuk menjadikan Majene sebagai pusat kunjungan sejarah di Sulawesi Barat.
"Pemerintah Majene juga harus menata dan membenahi sarana dan prasarana agar menjadi daya tarik Majene sebagai kota tua," ujarnya.
Termasuk melibatkan para pegiat seni, kelompok pariwisata dan pelaku UMKM.
Dikatakan, kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi dan semua pihak akan berdampak pada pendayagunaan tenaga kerja.
Pengembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Secara bertahap, juga diharap menghasilkan pendapatan daerah.
"Untuk mewujudkan hal itu, sangat penting juga memanfaatkan media dan teknologi informasi," ungkapnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Gubernur-Sulbar.jpg)