Breaking News:

Covid 19 Majene

Mahasiswa Tuntut Pemkab Majene Diagnosa Covid-19 Tak Lagi Gunakan Swab Antigen

tak sedikit pasien yang divonis positif Covid-19 menuai polemik di kalangan masyarakat akibat ketidakakuratan alat tes swab antigen.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Misbah Sabaruddin
Wakil Bupati Majene Arismunandar saat audiensi dengan mahasiswa di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPPM) mendesak pemerintah Kabupaten Majene untuk segera mengevaluasi penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan langsung saat melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Majene di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (3/8/2021)

Audiensi ini dihadiri, Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele, Wakil Bupati Majene Arismunandar, Jubir Satgas Covid-19 Sirajuddin dan Direktur RSUD Majene dr Yupie Handayani.

Jenderal Lapangan, Muhammad Iqsam mengingatkan, Satgas Covid-19 Majene harus serius menangani pasien.

Mahasiswa menuntut, diagnosa pasien agar tidak lagi menggunakan Swab Antigen tapi tes Swab PCR.

Pasalnya, tak sedikit pasien yang divonis positif Covid-19 menuai polemik di kalangan masyarakat akibat ketidakakuratan alat tes swab antigen.

"Tolong betul-betul serius menangani jika ada pasien yang dinyatakan Covid-19," jelasnya.

Ia juga menyorot salah satu pasien Covid-19 yang meninggal dari Kecamatan Pamboang.

Yang setelah dinyatakan Covid-19 tidak mendapatkan pelayanan yang baik bahkan yang mengangkat pasien tersebut adalah keluarga.

"Pasien Covid-19 tidak mendapatkan layanan yang optimal," terang Iqsam juga Presiden Mahasiswa Unsulbar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved