Breaking News:

Hipmi Sulbar Minta Pemerintah Percepat Realisasi Belanja Daerah untuk Dorong Pemulihan Ekonomi

Jufri menyebutkan, kesulitan yang dialami para pengusaha kian bertambah setelah kebijakan pemerintah yang masih memberlakukan Pembatasan Kegiatan

Editor: Ilham Mulyawan
Hasan Basri/Tribun-Sulbar.com
Ketua DPRD Polman yang juga Ketua HIPMI Sulbar Jufri Mahmud 

TRIBUN-SULBAR.COM - Gempa besar 6,3 magnitudo yang terpusat di Mamuju dan Majene pada 15 Januari 2021 lalu, berdampak sangat besar di semua sektor.

Apalagi bencana itu datang, saat masyarakat masih berjibaku mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Maradika Mamuju: Tribun Sulbar Bangkit Sebagai Media Terpercaya

Cobaan bertubi-tubi ini tak hanya menimbulkan korban jiwa dan merusak infrastruktur saja, namun ikut melumpuhkan sektor perekonomian.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Sulawesi Barat, Jufri Mahmud mengatakan, 800 anggota Hipmi Sulbar yang tersebar di enam kabupaten se-Sulbar sangat merasakan dampak bencana global pandemi Covid-19, yang sudah berlangsung 1 tahun dan 4 bulan itu.

Belum sempat bisnis tumbuh akibat hantaman pandemi, muncul lagi gempa bumi.

Jufri menyebutkan, kesulitan yang dialami para pengusaha kian bertambah setelah kebijakan pemerintah yang masih memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), disertai refocusing anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19.

"Hal ini sangat mengekang mobilitas masyarakat, dan juga kami para pengusaha. Alhasil usaha anggota kami di Hipmi juga ikut terganggu," jelas Jufri yang juga tercatat Ketua DPRD Polewali Mandar itu, saat menjadi narasumber dalam pada webinar dan Launching Tribun-Sulbar.com via Zoom, Kamis (29/7/2021).

ketua HIpmi Sulbar Jufri mahmud
ketua HIpmi Sulbar Jufri mahmud

Terutama para pengusaha, lanjut dia, yang bergerak di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut Jufri, para pelaku UMKM masih sangat rentan sekali.

Refocusing anggaran yang dilakukan saat ini, kata Jufri, dipastikan membuat belanja daerah menurun, akibatnya geliat ekonomi terganggu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved