Paskibraka Sulbar

Gagal Wakili Sulbar ke Jakarta, Cristina: Saya Percaya Ada Rencana Tuhan yang Lebih Baik

Di hadapan jurnalis yang hadir di sana, Cristina mengaku sedih atas kejadian dialami. Namun ia mencoba berbesar hati.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Ilham Mulyawan
Semuel Messakaraeng/Tribun-Sulbar.com
Cristina (16) tengah) siswi SMA Negeri 1 Mamasa saat memberi keterangan pers terkait kegagalannya menjadi bagian dari tim Paskibraka tingkat nasional karena dinyatakan positif Covid-19 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Gagal Wakili Sulbar ke Jakarta, Cristina: Saya Percaya Ada Rencana Tuhan yang Lebih Baik

Rumah kos yang berada di Pattolongan, Kelurahan Mamasa, Kabupaten Mamasa mendadak ramai, Rabu (28/7/2021).

Mereka menunggu di depan kamar kost berukuran 3x3 meter berwarna hijau daun.

Baca juga: Hasil Swab PCR Negatif, Keluarga Cristina Minta Pertanggungjawaban Dispora Sulbar

Baca juga: Gagal Wakili Sulbar di Nasional, Cristina Ditawari Jadi Paskibraka di Provinsi

Nampak pintunya masih tertutup.

Sebuah handuk berwarna merah terlihat dijemur di depan kamar tersebut.

Ada stiker merah bertuliskan 'Isolasi Mandiri PPKM Polres Mamasa' terpasang tepat di pintu.

Cristina, siswi SMA Negeri 1 Mamasa bersama keluarganya menggelar jumpa pers terkait hasil swab keduanya yang negatif
Cristina, siswi SMA Negeri 1 Mamasa bersama keluarganya menggelar jumpa pers terkait hasil swab keduanya yang negatif (Semuel Messakaraeng/Tribun-Sulbar.com)

Menandakan bahwa di kamar itu seorang pasien Covid-19 sedang melakukan Isolasi mandiri (Isoman).

Rupanya, keramaian itu adalah rombongan keluarga Cristina (16), siswi SMA Negeri 1 Mamasa yang terpaksa harus melakukan Isoman setelah dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan hasil swab PCR pada Jumat, 23 Juli lalu di Mamuju.

Mereka datang untuk menjemput Cristina, setelah wanita berambut sebahu itu dinyatakan negatif, berdasarkan hasil swab ulang yang dilakukan pada Senin (26/7/2021) lalu.

Ketika pintu kamar dibuka, suasana haru terlihat.

Menggunakan seragam putih dan abu-abu, nampak Cristina duduk memeluk anggota keluarganya.

Tak berselang lama, Cristina ke luar dari kamar kosnya.

Tangannya memegang dua lembar kertas.

Arya Maulana Mulya siswa SMA Negeri 2 Majene dan Cristina dari SMA Negeri 1 Mamasa.
Arya Maulana Mulya siswa SMA Negeri 2 Majene dan Cristina dari SMA Negeri 1 Mamasa. (Humas Pemprov Sulbar)

Raut wajahnya terlihat jelas masih menyimpan kesedihan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved