Pelabuhan Mamuju

Peternak di Sulbar 'Babak Belur' Gegara Pelabuhan Feri Mamuju Tak Kunjung Beroperasi

Padahal, pelabuhan ini sangat penting keberadaannya untuk menunjang transportasi laut, dari Mamuju menuju Balikpapan, Kalimatan Timur

Penulis: Nurhadi Hasbi | Editor: Ilham Mulyawan
Nurhadi/Tribun-Sulbar.com
Gerbang depan masuk Pelabuhan Feri Mamuju 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Gempa magnitudo 6,2 Skala Richter (SR) yang menghantam Sulawesi Barat pada 15 Januari lalu turut merusak dermaga Pelabuhan Feri Mamuju yang berada di Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Mamuju.

Kapal tak bisa sandar.

Alhasil tidak ada aktivitas penyeberangan enam bulan pascagempa.

Dan hingga kini tak nampak satu pun tanda-tanda perbaikan dari pemerintah.

Dermaga pelabuhan feri Mamuju
Dermaga pelabuhan feri Mamuju

Padahal, pelabuhan ini sangat penting keberadaannya untuk menunjang transportasi laut, dari Mamuju menuju Balikpapan, Kalimatan Timur.

Fungsinya tak hanya sekadar jadi dermaga lalu lintas penumpang, lebih dari itu, pelabuhan ini juga jadi akses satu-satunya warga Sulbar yang ingin mengirim hasil pertanian dan ternak ke Pulau Kalimantan untuk dijual.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (26/7/2021), suasana di pelabuhan tersebut sepi.

Sejumlah fasilitas tampak sudah tidak terawat.

Termasuk pos pelayanan kepolisian dan pos kerantina pertanian.

Plat beton di ujung dermaga pelabuhan tersebut rusak.

Besinya lepas dan terbaring di tanah.

Penjual hewan ternak antarpulau, Ruslan, mengeluhkan sikap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki pelabuhan feri tersebut.

Padahal, kata dia, pelabuhan ini dapat menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Selama pelabuhan tidak beroperasi, ia sangat kesulitan menjual hewan ternak miliknya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved