Pelabuhan Mamuju

6 Bulan Pascagempa Pelabuhan Feri Mamuju Belum Diperbaiki, DPRD Sulbar Segera Panggil Pengelola

Padahal, para pedagang hewan ternak, maupun mereka yang bergerak di sektor perkebunan sangat membutuhkan transportasi laut, untuk mengirim ternaknya

Penulis: Nurhadi Hasbi | Editor: Ilham Mulyawan
Nurhadi/Tribun-Sulbar.com
Dermaga pelabuhan feri Mamuju 

Plat beton di ujung dermaga pelabuhan tersebut rusak.

Besinya lepas dan terbaring di tanah.

Penjual hewan ternak antarpulau, Ruslan, mengeluhkan sikap pemerintah yang tak kunjung memperbaiki pelabuhan feri tersebut.

Padahal, kata dia, pelabuhan ini dapat menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Selama pelabuhan tidak beroperasi, ia terpaksa menguras banyak biaya untuk membawa hewan ternak ke Parepare, Sulawesi Selatan dan Palu, Sulawesi Tengah untuk dikirim ke Kalimantan.

"Kalau lewat pelabuhan di Mamuju biaya hanya sekitar Rp18 juta, tapi kalau melalui Palu atau Parepare itu membengkak sampai Rp 32 juta, belum lagi risiko kondisi hewan ternak menurun kalau dibawa perjalanan jauh," tuturnya.

"Bukan hanya pedagang sapi ini kena imbasnya, tetapi semua yang menggunakan jasa pelabuhan, para petani pisang dan hasil pertanianainnya" ia menambahkan.

Maka ia meminta pemerintah segera memperhatikan keluhan masyarakat, agar secepatnya dilakukan perbaikan dermaga pelabuhan.

"Bagaimana ekonomi mau pulih, kalau transportasi lautnya tidak diperbaiki, " keluhnya.

Pelabuhan ini sejatinya dikelola PT ASDP Indonesia Ferry.

Hingga berita ini diturunkan, jurnalis Tribun-Sulbar.com belum berhasil mengorek informasi dari Kepala ASDP Mamuju, Ramli Umar.

Nomor selulernya aktif namun tidak diangkat. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved