Breaking News:

Armada Sampah Kurang, Warga Majene Terpaksa Buang ke Laut

Warga Tamo, membuang sampah ke laut karena tidak ada armadanya sampah disediakan pemerintah di lingkungan ini.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Tumpukan sampah di bibir pantai Lingkungan Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Sulbar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kurangnya armada sampah, membuat sebagian warga pesisir Kabupaten Majene, Sulbar, memilih membuang sampah ke laut.

Seperti yang tampak di Lingkungan Tamo, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Sulbar.

Warga Tamo, membuang sampah ke laut karena tidak ada armadanya sampah disediakan pemerintah di lingkungan ini.

Membuang sampah ke laut, dilakukan setiap hari oleh sebagian besar warga Tamo.

Membuat sampah menumpuk di sepanjang bibir Pantai Tamo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Majene Sudirman, mengaku, pihaknya masih kekurangan armada sampah.

Baca juga: Bupati Majene AST Mulai Godok Janji Kampanye Satu Rumah Tahfiz Satu Kecamatan

Baca juga: Satu Varian Delta Covid-19 Terkonfirmasi di Sulbar, Dinkes: Kami Sedang Tracking

Saat ini, hanya ada 10 unit truk sampah.

Akibatnya, pelayanan sampah di 14 keluarahan dan enam desa di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur (Kota Majene), tidak merata.

"Harus kami diakui, saat ini masih ada wilayah belum mampu kita layani akibat keterbatasan armada," kata Sudriman kepada Tribun-Sulbar.com, saat ditemui di Kantor Bupati Majene, Jumat (23/7/2021) pagi.

Armada sampah saat ini, lanjut Sudirman, hanya mampu menjangkau kelurahan yang ada dalam kota.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved