Breaking News:

Gempa Mamasa

Masih Dihantui Trauma, Warga di Mamuju Pilih Tidur di Teras Rumah Pascagempa Mamasa

Trauma yang mereka peroleh setelah gempa besar yang mengguncang Mamuju dan Majene pada 15 Januari 2021 lalu

Handover
Tinggal di Tenda - Dua orang anak kecil sedang berada di dalam tenda yang berada di halaman sebuah rumah di Mamuju. Banyak warga Mamuju yang masih trauma pascagempa yang mengguncang Mamasa, Kamis (22/7/2021) dini hari 

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Habluddin

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dihantui Trauma Gempa, Warga Mamuju Pilih Tidur di Teras Rumah Pascagempa Mamasa

Gempa magnitudo 5,3 Skala Richter (SR) terjadi di Kabupaten Mamasa, Kamis (22/7/2021) dini hari, sekitar pukul 01.44 Wita.

Namun getarannya terasa sampai Kabupaten Mamuju.

Padahal, jarak Mamasa dengan Mamuju sekitar 148 kilometer, atau dapat ditempuh dengan waktu perjalanan 4 hingga 5 jam.

Kendati gempa terjadi di Mamasa, namun tak sedikit warga Mamuju masih merasakan trauma.

Trauma yang mereka peroleh setelah gempa besar yang mengguncang Mamuju dan Majene pada 15 Januari 2021 lalu.

Ketika itu gempa berkekuatan 6,3 SR bahkan bisa menghancurkan gedung Kantor Gubernur Sulbar, hingga menelan korban jiwa.

Trauma itu turut dirasakan Fitriah Masdar, seorang warga Mamuju yang bermukim di BTN Graha Nusa.

Dia bahkan sampai mendirikan tenda di halaman rumah untuk tempat beristirahat.

Halaman
123
Penulis: Habluddin Hambali
Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved